Ilustrasi : Istimewa

Ilustrasi : Istimewa

kupasbengkulu.com – Sekretaris Tempat Penampungan Ikan (TPI) Desa Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan, Yan (40) Senin (28/4/2014), mengatakan, saat ini mereka kesusahan untuk mencari es untuk pengawetan ikan. Karena pabrik es di TPI Muara Sambat, merupakan satu-satunya pabrik es yang ada di Bintuhan di bawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan, yang sudah tidak beroperasi lagi, lantaran terkendala tidak stabilnya aliran listrik.

“Kendala yang utama saat ini adalah susahnya untuk mendapatkan es balok. Karena di Bintuhan ini pabrik es tidak lagi jalan dan terhenti. Dan untuk memenuhi kebutuhan akan es balok kami memesan kepada warga yang biasa menggunakan kulkasnya untuk memasak batu es dengan ukuran kantong plastik satu kilogram,” ujar Yan.

Sementara itu untuk es yang digunakan petugas TPI mencari sendiri warga yang akan menjual batu es dan setiap hari batu es kulkas ini diambili disetiap rumah warga yang sudah menjadi langganan.

“Meskipun sudah berlangganan, masih saja kita sering kekurangan batu es. Dan terpaksa kita mencari ditempat lain. Terkadang kita terpaksa membeli batu es yang belum begitu beku atau keras. Ini terpaksa kita beli, daripada tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Es balok dan batu es ini sangat berbeda sekali ketahanannya. Kalau es balok itu bisa tahan 1 Minggu. Sedangkan es biasa atau es kulkas itu hanya dua hari. Selain itu harganyapun juga berbeda.

“Untuk perbedaan harga itu lebih murah es balok dibanding batu es kulkas. Dan ketahananya pun lebih lama es balok dari batu es kulkas. Kalau dipersentasekan selisihnya itu sekitar 35 persen lebih ekonomis es balok dari batu es kulkas,” tutup Yan. (mty)