Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, hampir selesai. Hingga Juni 2026, progres pembangunan jembatan tersebut telah mendekati 100 persen dan tinggal menyisakan sejumlah pekerjaan penyempurnaan.

Jembatan yang dibangun melalui Program Jembatan Perintis Garuda itu diharapkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar akses transportasi antarwilayah yang selama ini terbatas.

Pembangunan fisik jembatan sendiri dimulai setelah peletakan batu pertama pada April 2026.

Saat ini, sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah rampung. Tim pelaksana masih melakukan penyelesaian beberapa pekerjaan pendukung guna memastikan jembatan aman dan nyaman digunakan warga.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai penting bagi masyarakat Desa Pagar Ruyung dan wilayah sekitarnya. Selama ini, akses penghubung antarwilayah menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain mempermudah mobilitas masyarakat, jembatan itu juga diharapkan mendukung distribusi hasil pertanian, mempercepat akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan hasil kerja sama antara TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Keterlibatan warga melalui semangat gotong royong turut membantu percepatan proses pembangunan hingga mendekati tahap akhir.

Program Jembatan Perintis Garuda merupakan salah satu upaya membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas daerah yang masih membutuhkan akses infrastruktur dasar.

Warga Desa Pagar Ruyung menyambut positif pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap jembatan segera diresmikan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.

Dengan progres pembangunan yang hampir selesai, jembatan itu diharapkan menjadi sarana penghubung yang lebih aman dan memadai bagi masyarakat Kecamatan Batik Nau dalam jangka panjang.