524751_600131426664163_415179323_n
Oleh: Tri Dina Ariyanti, M.Pd.

Pendidik mempunyai tugas mempersiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman.

Perkembangan zaman selalu memunculkan tantangan-tantangan baru, yang sebagiannya sering tidak dapat diramalkan sebelumnya. Sebagai konsekuensi logis, pendidikan selalu dihadapkan pada masalah-masalah baru.

Masalah yang dihadapi dunia pendidikan itu demikian luas. Pertama karena sifat sasarannya yaitu manusia sebagai makhluk misteri. Kedua, karena usaha pendidikan harus mengantisipasi ke hari depan yang tidak segenap seginya terjangkau oleh kemampuan daya ramal manusia.

Oleh karena itu, perlu ada rumusan sebagai masalah-masalah pokok yang dapat dijadikan pegangan oleh pendidik dalam mengemban tugasnya.

Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dan masyarakat, sebagai suprasistem. Pembangunan sistem pendidikan tidak mempunyai arti apa-apa, jika tidak sinkron dengan pembangunan nasional. Kaitan erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem sosial budaya.

Sebagai suprasistem tersebut, di mana sistem pendidikan menjadi bagiannya, menciptakan kondisi sedemikian rupa, sehingga permasalahan intern sistem pendidikan itu menjadi sangat kompleks.
Suatu permasalahan intern dalam sistem pendidikan selalu ada kaitan dengan masalah-masalah di luar sistem pendidikan itu sendiri.

Misalnya, masalah mutu hasil belajar. Suatu sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat sekitarnya, dari mana murid-murid sekolah tersebut berasal, serta masih banyak lagi faktor-faktor lainnya di luar sitem persekolahan yang berkaitan dengan mutu hasil belajar tersebut.

Empat Masalah Pendidikan
Pada dasarnya, ada dua masalah pokok yang dihadapi oleh dunia pendidikan di tanah air dewasa ini, yakni bagaimana semua warga negara dapat menikmati kesempatan pendidikan, dan bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap, untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupan masyarakat.

Adapun empat masalah pokok pendidikan yang telah menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulangannya. Masalah yang dimaksud yakni masalah pemerataan pendidikan, mutu pendidikan, efisiensi pendidikan, dan relevansi pendidikan.

Masalah pemerataan pendidikan adalah persolaan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara, untuk memperoleh pendidikan. Sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia, untuk menunjang pembangunan.

Masalah pemerataan memperoleh pendidikan dipandang penting, sebab jika anak-anak usia sekolah memperoleh kesempatan belajar pada SD, maka mereka memiliki bekal dasar berupa kemampuan membaca, menulis dan berhitung, sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan kemajuan melalui berbagai media massa dan sumber belajar yang tersedia. Baik mereka itu nantinya berperan sebagai produsen maupun konsumen. Dengan demikian mereka tidak terbelakang dan menjadi penghambat derap pembangunan.

Banyak macam pemecahan masalah yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah, untuk meningkatkan pemerataan pendidikan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Langkah-langkah yang ditempuh melalui konvensional dan cara inovatif. Cara konvensional seperti membangun gedung sekolah, seperti SD Inpres dan atau ruangan belajar, menggunakan gedung sekolah untuk double shift (Sistem bergantian pagi dan sore).

Sehubungan dengan itu yang perlu digalakan, utamanya untuk pendidikan dasar ialah membangkitkan kemajuan belajar bagi masyarakat/keluarga yang kurang mampu, agar mau menyekolahkan anaknya.

Dosen Prodi Manajemen
Universitas Dehasen Bengkulu