oleh

Alutsista Lemah, Armada Barat Dimanfaatkan Penjahat Narkotika

sumber foto: strategi-militer.blogspot.com
sumber foto: strategi-militer.blogspot.com

Bengkulu, kupoasbengkulu.com – Komandan Pangkalan Angkatan Laut, Bengkulu (Danlanal) Bengkulu Letkol Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo, mengatakan laut wilayah Armada Barat (Armabar) tinggi akan peredaran narkotika dan imigran illegal akibat lemahnya Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).

Hal ini disampaikannya dalam diskusi dengan para pimpinan media dan wartawan di Markas TNI-AL Bengkulu, Rabu (8/4/2015).

“Perairan laut wilayah barat ini tinggi akan peredaran narkotika dan imigran illegal, namun karena keterbatasan Alutsista hal tersebut sulit dipantau, di Bengkulu saya hanya mampu mengawasi laut sepanjang 12 mil saja, padahal luas laut Bengkulu mencapai 53.000 kilo meter per segi,” jelas dia.

Para penjahat itu, kata dia, mengetahui Armada Barat (Armabar) itu berbeda dengan Armada wilayah timur yang sistem persenjataannya lengkap dan canggih, dengan mengetahui kelemahan itulah rentan terjadi suplai narkotika melalui laut.

“Kami berharap Alutsista Armabar juga diperbanyak untuk mengamankan wilayah laut baik itu melalui instansi pemerintah daerah maupun dari Mabes TNI-AL sendiri,” jelasnya dalam diskusi dengan para wartawan di Mabes Danlanal Bengkulu, Rabu (8/4/2015).

Selain itu ia juga menceritakan beberpa imigran tertangkap oleh Polisi di Kota Bengkulu yang sebelumnya mengunakan kapal di perairan wilayah Bengkulu-Sumbar.

“Laut itu begitu luas, sementara Alutsista kita terbatas di bagian Armabar, ini dimanfaatkan betul oleh penjahat narkotika,” tegas dia.

Ia juga mendukung rencana Presiden Joko Widodo untuk menyiagakan drone untuk ikut membantu TNI-AL dalam melakukan patroli dan pengamanan laut.

“Sudah saatnya Indonesia mengembalikan kejayaannya yang dahulu armada lautnya paling kuat di Benua Asia,” demikian Amrin.(kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

15 + twenty =

News Feed