Anggaran Dianggap Tidak Realistis, 5 Anggota PPK Pilih Mundur

Baca selanjutnya

LOGO KPU

kupasbengkulu.com – Sebanyak 5 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Sekretaris PPK Kecamatan Sindang Kelingi, Selasa (21/01/2014), sekitar pukul 15.00 WIB mengajukan pengunduran diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rejang Lebong (RL). Tidak hanya itu, kelima anggota PPK Sindang Kelingi  juga mengembalikan satu unit kendaraan operasional sepeda motor Honda Supra nomor polisi BD 2830 KY kepada KPU Rejang Lebong

Ketua PPK Sindang Kelingi Jauhari, mengatakan, pengunduran diri  5 anggota PPK itu dilakukan lantaran alokasi pagu anggaran tahapan pemilih yang dianggap tidak realistis dengan kinerja di tingkat PPK hingga penyelenggara tingkat PPS dan KPPS.

“Bayangkan saja, untuk kegiatan bimbingan teknis dengan PPS dialokasikan 35 ribu rupiah dikalikan 156 PPS dikalikan 2 orang, realistis tidak untuk satu kegiatan,” ujar Jauhari, Selasa (21/01/2014).

Selain itu, sambung Jauhari, belanja barang non operasional seperti dana transportasi konsultasi ke kabupaten dan supervisi ke PPK hanya 110 ribu rupiah, selama 5 bulan dikali 15 PPK dikali 1 orang. Sedangkan, untuk kegiatan perbaikan daftar pemilih tetap saja pihak PPK harus berulang kali melakukan konsultasi dan supervisi.

“Masih banyak lagi anggaran yang kami anggap tidak realistis, dengan resiko kami sebagai penyelenggara. Selain itu tidak ada jaminan hukum terhadap kami sebagai penyelenggara. Sedangkan kami juga punya beban terhadap keluarga, jadi lebih baik kami mundur karena tidak sanggup,” ujar jauhari.

Senada juga disampaikan oleh Saiful Anuar, Sekretaris PPK Sindang Kelingi. Dirinya mengaku sama sekali tidak bisa mengakomodir kepentingan penyelenggara pemilu yang cukup banyak dengan anggaran yang sedikit.

“Kami juga tidak sanggup jika kondisi anggaran seperti itu. Jelas ini sangat tidak realistis, seperti biaya prangko pengiriman C 1 dari PPS ke kabupaten senilai Rp 500 untuk satu kali pengiriman dikalikan 554 KPPS. Sementara, biaya perangko saja saat ini paling murah Rp 1500,” tegas Jauhari.

Sementara itu, Ketua KPUD RL, Muhammad Soleh S.Ag mengaku belum menerima secara resmi pengunduran anggota PPK tersebut.

“Hingga saat ini belum sampai surat pengunduran diri ke meja saja. Nanti akan kita pelajari dan kita diskusikan dengan komisioner yang lainnya,” ujar Soleh.

Selain itu, Soleh mengaku, baru mengetahui usulan pengunduran diri tersebut setelah sejumlah PPK dari Kecamatan Sindang Kelingi mendatangi Sekretariat KPU Rejang Lebong di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Dwi Tunggal Curup. (one)

- Advertisement -

Pemprov Bengkulu Dorong Penerapan Teknologi Digital Hasil Perkebunan

Kupas News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berupaya menekan laju inflasi terkhusus pada masa Pandemi COVID-19. Di antaranya melalui penggunaan teknologi digital baik...

Ini 8 Tips Berhubungan Seksual Saat Anak Sedang Tertidur

Kupas News – Ada beberapa orangtua yang beruntung anaknya sudah bisa tidur sendiri dikamarnya. Tapi ada juga beberapa yang lainnya terpaksa masih harus tidur...

Pekerja Bongkar Tenda Tewas Usai Tersengat Listrik

Kupas News – Utamakan keselamatan dalam bekerja bukan hanya slogan semata. Hal ini sangat penting guna mengantisipasi dan meminimalisir bahaya dari tingkat resiko yang...

BEI Lakukan Pemutakhiran Mekanisme Dagang dengan 4 Fitur

Kupas News – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku penyelenggara perdagangan saham di pasar modal Indonesia selalu mengedepankan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan...

Pemprov Bengkulu Gelar Job Fair Career Expo 2021 di Bencoolen Mall

Kupas News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersama beberapa perusahaan gelar Job Fair Career Expo 2021 di...

Terbaru