oleh

Antisipasi Kelangkaan Solar Subsidi, Ini langkah Pertamina…

etri
Pertamina Depo Pulau Baai Bengkulu berencana membuka outlet penjualan BBM jenis Pertamina Dex

kupasbengkulu.com – Pihak Pertamina Depo Pulau Baai Bengkulu berencana membuka outlet penjualan BBM jenis Pertamina Dex di wilayah Provinsi Bengkulu.

Dikatakan Sales Executive Retail Fuel Marketing Wilayah VI Depo Pertamina Pulau Baai Bengkulu, Sigit Wicaksono HP, rencana pembukaan outlet Pertamina Dex itu bertujuan, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar solar di masa mendatang.

Ia juga menjelaskan bahwa hal itu juga merupakan dampak dari kebijakan pemerintah terhadap pembatasan waktu penjualan solar bersubsidi.

”Pertamina sedang mengupayakan pembukaan outlet baru untuk Pertamina Dex, agar apabila solar subsidi sulit didapatkan masyarakat dapat menggunakan Pertamina Dex. Terkait pengembangan outlet itu, kami sedang melakukan pembahasan,” kata Sigit. Selasa (12/8/2014).

Pertamina Dex merupakan jenis BBM produksi Pertamina untuk kendaraan bermotor dengan mesin diesel. Pertamina Dex sama seperti Pertamax dan Pertamax Plus, yang termasuk bbm non-subsidi.

Harga jual Pertamina Dex merupakan yang termahal dari semua jenis BBM yang diperjualbelikan di SPBU Pertamina, yakni Rp 13.800 per liter. Sementara solar non-subsidi dijual seharga Rp 13.300 per liter, sedangkan solar subsidi memang jauh lebih murah yakni Rp 5.500 per liter.

Saat ini untuk penjualan Pertamina Dex di Provinsi Bengkulu baru disediakan di empat titik. Tiga diantaranya berada di Kota Bengkulu, yakni SPBU Rawa Makmur, SPBU Kandang dan SPBU Pagar Dewa, sedangkan satu SPBU lainnya berada di Maje Kabupaten Kaur.

Diakui saat ini pemakaian solar bersubsidi di Bengkulu cukup tinggi dan untuk kuotanya secara keseluruhan pada tahun 2014 ini dikurangi sebesar 1,4 persen dari quota tahun sebelumnya.

Pengurangan tersebut dilakukan, karena saat ini sebagian besar kuota solar bersubsidi masih digunakan untuk keperluan tambang, seperti pengangkutan batubara yang dinilai tidak tepat guna.

Bahkan sebelumnya pihak BPH Migas berencana mengurangi kuota solar hingga 11 persen, namun karena pengguna solar di Bengkulu masih tinggi di luar kebutuhan industri, tambang dan pengangkutan batubara, pengurangan akhirnya hanya dilakukan sebensar 1,4 persen.

Kuota solar bersubsidi di Bengkulu tahun ini sebanyak 93.573 Kilo Liter (KL), rinciannya untuk Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 4.120 KL, Bengkulu Tengah 12.517 KL, Bengkulu Utara 7.284 KL, Kabupaten Kaur 1.468 KL, Kabupaten Kepahiang 5.368 KL, Lebong 1.421 KL.

Sementara untuk Kabupaten Mukomuko, 10.035 KL, Kabupaten Rejang Lebong 6.096 KL, Kabupaten Seluma 4.348 KL serta Kota Bengkulu sebanyak 40.916 KL.

Namun terkait pengembangan outlet itu pihak SPBU mengaku belum ada pembahasan mendetail, seperti halnya di SPBU Panorama.

”Kalau untuk Pertamina Dex kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Mungkin SPBU yang dipilih mempunyai kriteria sendiri, kalau untuk SPBU Panorama mungkin tidak termasuk karena untuk saat ini kami menjual BBM bersubsidi,” demikian Pengurus SPBU Panorama, Mawardi.(beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

12 + 4 =

News Feed