oleh

Asal-usul Nama Bengkulu

-Tak Berkategori
Muspani, SH (Pemerhati Masalah Pedesaan)
Muspani, SH (Pemerhati Masalah Pedesaan)

kupasbengkulu.com- Di masa sebelum tahun 1685, di wilayah Bengkulu sekarang terdapat beberapa kerajaan kecil, yaitu Kerajaan Empat Petulai di wilayah Bukit Barisan, Kerajaan Sungai Serut di bagian pesisir Bengkulu, Kerajaan Selebar di daerah Lembak Bengkulu Utara, Kerajaan Sungai Lemau di Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Utara, dan Kerajaan Anak Sungai di Kabupaten Muko-Muko. (lihat : bengkulukota.go.id, diunduh tanggal 16 Februari 2014)

Belum ada catatan pasti tentang pemakaian nama ‘Bengkulu’ sebelum dibangun oleh East India Company (EIC) British antara tahun 1713 hingga 1719, hanya ada beberapa versi (Lihat : Syiafril, A, Sy, Tabut Karbala Bencoolen Dari Punjab Symbol Melawan Kebiadaban, (Jakarta : PT Walaw Bengkulen, 2012, h. 5-6) tentang munculnya nama Bengkulu yaitu sebagai berikut :

a. Nama Bengkulu berawal dari terjadinya penyerangan Kerajaan Sungai Serut oleh serdadu Kerajaan Aceh sebagai akibat dari ditolaknya Putra Mahkota Aceh untuk meminang Putri Gading Cempaka sehingga banyak orang dari pasukan Sungai Serut terbunuh dan bangkai-bangkai itu hanyut. Kemudian ketika terjadi pasang naik bangkai-bangkai itu terbawa kearah hulu maka khalayak yang menyaksikan berteriak ‘bangkai ke hulu, bangkai ke hulu’ sehingga muncullah nama ‘Bangkahulu’ tetapi dalam istilah negeri ini tidak ada sebutan bangkai terhadap jenazah, yang ada adalah sebutan mayat atau mayit; kemudian satu versi lagi terkait dengan serangan dari Aceh itu adalah ‘empang ka hulu’ yang maksudnya ‘hambat serangan ke hulu’ sehingga terjadi sebutan Bangkahulu, tapi rasanya tidak ada yang pas akurat;

b. Bangkahulu adalah sebutan Bangka yang terletak di hulu sedangkan Bangka hilirnya yaitu Bangka-Belitung, dan pernyataan ini sangat logis dikarenakan memang Pulau Bangka-Belitung terletak pada bagian hilir Sungai Musi sedangkan wilayah Bangkahulu memang benar merupakan daratan hulunya sungai Musi;

c. Bangkahulu/Bengkulu untuk menyebut pohon pinang yang terbawa arus pasang naik ke arah hulu;

d. Nama Bengkulu juga dipakai untuk menyebut salah satu pulau pada wilayah Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, terletak di selatan Pulau Paleng dan sebelah barat daya Pulau Labobo;

e. Berasal dari bahasa Melayu-Jawi Bangkulon (bang = pesisir dan kulon = barat), jadi berarti Pesisir Barat yang selanjutnya sebutan berubah menjadi Beng dan kulen atau Bengkulen;

f. Oleh pihak Inggris dalam hal ini East India Company (EIC) Benkulen disebut Bencoolen dikarenakan 36 hari setelah kapal layar besar Inggris yang bernama Amoy Merchant mendarat di Bandar Sungai Serut pada 24 Juni 1685, penduduk di kota tua Bandar Sungai Serut menunaikan salat taraweh (31 Juli 1685) sehingga sebagai kenangan ‘bulan puasa’ (yang dalam bahasa Inggris berarti Lent) maka diabadikanlah kata Len pada belakang nama negeri ini akhirnya menjadi Bencoolen;

g. Setelah Holland (Belanda) masuk menduduki Fort Marlborough pada tahun 1825 M berdasarkan traktat London arau ‘The Anglo Treaty of 1824’ yang ditanda tangani di London tanggal 17 Maret 1824 berbunyi : ‘Inggris menyerahkan Bencoolen dan seluruh perusahaannya di Sumatera dan Belanda menyerahkan seluruh pabriknya di India, semenanjung Malacca (Malaysia) termasuk Singapore, kota dan Pelabuhan Malacca beserta segala daerah jajahannya’. Maka tahun 1825 M itu oleh Belanda ditancapkanlah tonggak titik triangulasi bertuliskan Benkoelen pada Puncak Bukit Ujung Karang sehingga seterusnya oleh Belanda dipakai nama Kota Benkoelen sebagai pengganti nama Kota Bencoolen.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *