Minggu, Mei 22, 2022

Atasi “Bullying” pada Anak, Orangtua Jangan Jadi “Polisi”

Baca selanjutnya

Corien, Psikolog
Corien, Psikolog

kupasbengkulu.comBullying adalah perilaku seseorang atau sekelompok orang secara berulang, yang memanfaatkan ketidakseimbangan kekuatan dengan tujuan menyakiti targetnya (korban) secara mental atau secara fisik.

“Yang paling penting dalam diri seseorang adalah harga diri (self esteem). Kepercayaan diri seseorang bisa berkurang ketika dirinya di-bully atau merasa terdiskriminasi, yang akhirnya berdampak pada melemahnya konsep diri,” ujar Corien Akwari, S.Psi, MM, pemerhati remaja dari lembaga Corien Centre, sekaligus Kasubbid Bina Ketahanan Remaja, BKKBN Provinsi Bengkulu.

Kasus bullying ini kerap menimpa anak dan remaja, yang dilakukan oleh teman sebaya bahkan orangtua atau kerabat dekat sendiri. Puncak dari perilaku bullying ini menjadikan seseorang kehilangan kepercayaan diri bahkan minder.

“Korban bullying akan menjadi pribadi yang menutup diri dari pergaulan. Dia akan menjadi minder dengan sendirinya. Kalau sudah minder, apa saja yang dilakukannya menjadi tidak optimal dikarenakan perasaan  takut dan cemas. Potensi dalam dirinya tidak keluar, apalagi dalam perencanaan cita-cita dan masa depan ini akan jauh dari pemikiran anak yang memiliki konsep diri rendah. Jika ini sudah parah, korban dapat merasa depresi berlebihan yang kemungkinan berujung pada penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga bunuh diri,” lanjut Corien.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menangani anak atau remaja yang menjadi korban bullying??

Masih menurut Corien, penanganan yang pertama adalah perlunya kesadaran diri dari si korban bahwa selama ini dirinya di-bully dan harus segera bangkit. Korban tidak boleh dibiarkan terus berfikiran negatif, melainkan harus dibuktikan dengan prestasi.

“Untuk bisa sadar, korban bullying butuh pertolongan. Jika kasusnya belum terlalu parah, korban bullying masih bisa ditolong dengan bantuan lingkungan sekitar, seperti orangtua, guru, dan teman. Tapi kalau sudah parah, maka diperlukan pertolongan dari seorang yang profesional, seperti konselor, psikolog, ilmuan psikologi,” jelas Corien.

Namun tidak berhenti di situ saja, setelah korban bullying sadar, untuk kembali pada kehidupan ‘normal’ harus didukung penuh oleh lingkungan terdekat. Ini dimaksudkan agar korban benar-benar mendapatkan kepercayaan dirinya kembali, dan tidak mudah menjadi korban bullying lagi.

“Yang membuat seseorang atau kelompok melalukan bullying itu kan karena mereka merasa lebih hebat dari yang lainnya. Sedangkan si korban memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Ini menjadikan bullying terus berlangsung. Intinya orang terdekat harus ikut ambil bagian dalam memberikan support kepada si korban. Ketika ini sudah stabil, maka si korban bisa mengembangkan prestasi lagi, bahkan kemungkinan lebih dari teman sebayanya,” jelas Corien.

Corien juga mengingatkan agar orangtua tidak menjadi ‘polisi’ bagi anak. Ketika anak atau remaja melakukan suatu kesalahan, orangtua tidak lantas langsung memarahi. Orangtua harus menjadi sahabat terbaik bagi mereka.

“Mental seseorang kan bermacam-macam. Sebagai orangtua selayaknya harus lebih memahami anak, membantu mencari solusi jika anak memiliki masalah, serta saling menguatkan, agar anak tidak mencari pelarian ke arah negatif,” katanya.

“Langkah terbaik adalah menyatukan antara pelaku bullying dengan korban bullying dalam satu aktivitas bersama. Ini untuk menunjukkan bahwan korban bullying mempunyai suatu kelebihan, dan sebenarnya mereka saling membutuhkan. Sehingga ke depannya bullying ini dapat dikurangi,” demikian Corien. (val)

Maraknya Konflik Agraria, Dempo Xler Menilai Hukum Tidak tegak

Kupas News, Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler turut bersikap atas maraknya konflik agraria yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu....

Ketua Dewan Supriyanto Dampingi Helmi Hasan Terima Penghargaan WTP dari BPK

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas laporan keuangan...

ARGA Gelar Halal Bihalal Bertajuk Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri

Kupas News, Mukomuko – Aliansi Remaja Gemar Aktifitas (ARGA), Kamis (19/05) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk “Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri” di...

Sera dan Joan Bakal Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Kupas News, Seluma - Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial...

Posisi Penting Indonesia pada Kerentanan Kawasan dan Konflik Global

Kupas News, Artikel - Bulan Mei adalah bulan penting dalam kalender politik bangsa Indonesia. Pada bulan ini kita merayakan hari kebangkitan nasional sebagai momentum...

Terbaru