Deklarasi Mafindo Bengkulu Sasar Pemilih Milenial Berkarya Dunia Digital

Deklarasi dan Dialog Publik Mafindo Bengkulu, Selasa, 01 November 2022, Foto: Dok/Irfan Arief
Deklarasi dan Dialog Publik Mafindo Bengkulu, Selasa, 01 November 2022, Foto: Dok/Irfan Arief

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemilu serentak akan digelar pada tahun 2024 tepat pada 14 Februari 2024. Praktis dua tahun lagi Indonesia akan menggelar pesta demokrasi yang membuat antusiasme kalangan para politisi berlomba-lomba dalam menggaet suara pemilih terutama pemilih pemula.

Sejumlah survey menunjukkan generasi milenial dan generasi Z diprediksi menjadi kelompok pemilih dengan proporsi terbesar di pemilu 2024. Pemilih muda atau pemilih milenial merupakan pemilih dengan rentang usia antara 17-37 tahun. Pada pemilu serentak 2024 diprediksi jumlah pemilih muda akan mengalami peningkatan.

Berkaca pada pemilu serentak 2019, data dari KPU jumlah pemilih muda sudah mencapai 70 juta – 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Ini artinya 35%-40% pemilih muda sudah mempunyai kekuatan dan memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu yang nantinya berpengaruh kepada kemajuan bangsa. Namun, mereka juga bisa berpeluang menjadi penyumbang “golput” dalam pemilu 2024.

Menelisik itu, Masyarakat Anti fitnah Indonesia (Mafindo) Bengkulu menyelenggarakan Dialog Publik dengan tema “Menyiapkan Pemilih Pemula yang Berdaya dan Berkarya di Dunia Digital” pada Kamis, 1 November 2022.

Hadir sebagai pembicara Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Halid Syaifullah, Ketua KPUD Provinsi Bengkulu Irwan Saputra, Influencer Bengkulu Mikrom Utama serta Presidium Mafindo Puji F. Susanti. Turut hadir perwakilan perguruan tinggi, dinas pendidikan kota dan provinsi serta perwakilan jurnalis dan media lokal Bengkulu.

Presidium Mafindo, Puji F. Susanti menjelaskan, pemilih pemula cenderung kritis, mandiri, independen serta tidak puas dengan kemapanan, pro perubahan dan sebagainya terlebih generasi Z dan generasi milenial adalah generasi yang lebih akrab dengan digital. Sisi lain banyak sekali misnformasi dan disinformasi menjelang tahun-tahun politik. Upaya preventif perlu dilakukan agar kalangan pemilih pemula Bengkulu tidak ikut terpapar.

Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Dr. Gushevinalti menjelaskan, Mafindo Bengkulu melalui kegiatan ini berharap peserta atau pemilih pemula memiliki pemahaman yang baik tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam Pemilu.

“Lewati kegiatan ini Mafindo Bengkulu berharap masyarakat dapat menguatkan kemampuan literasi digital yang baik dalam mengakses informasi di media digital. Nantinya akan banyak kegiatan edukasi salah satunya seperti kelas cek fakta, kelas kebal hoaks, dan lain sebagainya yang bisa membantu meningkatkan imunitas masyarakat terhadap hoaks.” Jelas dosen Ilmu Komunikasi Unib ini.

Sebelum dikusi publik, acara didahului dengan Deklarasi Mafindo Bengkulu yang ditandai dengan pelantikan relawan dan penandatanganan kain putih sebagai bentuk komitmen bersama masyarakat Bengkulu antihoaks. Penandatangan diikuti para pemangku kepentingan dan seluruh tamu undangan serta relawan.

“Deklarasi ini sebagai simbol pernyataan serta komitmen Mafindo Bengkulu untuk terlibat aktif mencegah dan menangkal hoaks di media digital. Ini juga merupakan sebentuk komitmen Mafindo Bengkulu untuk berjejaring dengan segenap pemangku kepentingan guna mencegah dan menangkal hoaks” tutup Gushevinalti.

Reporter: Irfan Arief

Editor: Riki Susanto

Artikulli paraprakKepala BPKAD Sebut Penghargaan Kemenkeu Bentuk Keseriusan Jajaran Pemkot
Artikulli tjetërModus Mafia Tanah di Ruang Peradilan