oleh

Dewan Asal Partai PKS Diduga ‘Serobot’ SK Karom dan Uang Honor

serobot
kupasbengkulu.com – Surat Keputusan (SK) kepala rombongan Calon Jamaah Haji (CJH), Kabupaten Bengkulu Selatan, atas nama Sukarni Yadjib, Mursal Abadi dan satu orang dokter sebagai petugas kesehatan, Yeni Eka Sari Syukurdi yang ditandatangani Bupati Bengkulu Selatan Reskan E Awaludin, tertanggal 05-05-2014 tidak diakui. Hal tersebut terjadi lantaran adanya dugaan anggota DPRD Bengkulu Selatan asal PKS  ingin menyerobot menjadi Karom dan uang pembimbing haji saat di tanah suci.

Terkait hal tersebut Sukarni Yadjib mengembalikan SK beserta uang honor, yang sudah diterimanya tersebut ke Kabag Kesra, Redwan Arif, Rabu (3/9/2014) di ruang kerjanya. Pengembalian SK dan uang sebesar Rp 7,5 juta, lantaran diminta Kasi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu Selatan, Sunanto atas permintaan salah seorang anggota DPRD dari PKS, Hatta Henrita.

Anehnya, lanjut Sukarni, uang pembimbing jamaah haji yang sudah diterima agar diberikan dengan kepada Hatta Henrita. Namun, uang tersebut tidak diberikan kepada yang bersangkutan.

”Saya ditunjuk sebagai Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHB) oleh penyelenggara haji Bengkulu Selatan dan di SK kan oleh Bupati Bengkulu Selatan Reskan E Awaludin, maka honor pembimbing saya terima. Uang itu sudah saya serahkan dengan kabag Kesra Bengkulu Selatan,” jelas Sukarni.

Secara terpisah, anggota DPRD Bengkulu Selatan Hatta Henrita, dikonfirmasi kupasbengkulu.com memabantah, jika dirinya meminta uang yang sudah diberikan kepada Sukarni tersebut.

Namun, ketika diminta menunjukan SK Kanwil yang menunjuk dirinya sebagai Karom, dirinya tidak bisa menunjukan dan berdalih jika SK masih di Kemenag Bengkulu Selatan. Dia mengakui, jika salah seorang pegawai Kemenag meminta agar Sukarni mengembalikan uang tersebut, bahkan agar uang bisa dibagi dua.

”Benar saya pernah mendatangi Setda Bengkulu Selatan, Rudi Zahrial di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu. Hanya saja kedatangannya itu untuk menyampaikan jika saya ditunjuk sebagai kepala rombongan (karom) oleh kanwil. Ingat saya tidak pernah mempertanyakan uang tersebut,” elak Hatta.

Dibagian lain, Kasi Haji Kemenag Bengkulu Selatan Sunanto, dikonfirmasi terkait permasalahan ini mengatakan, jika pemicu persoalan ini atas permintaan Hatta Henrita, yang ikut menunaikan ibadah haji bersma rombongan haji.

”Permasalahan ini kami tidak tahu-menahu, semuanya ini dia (Hatta Henrita,red) sendiri yang minta ditunjuk sebagai karom haji itu. Makaya kami di panggil untuk menghadap Sekda guna membahas persolan ini,” elak Sunanto.

Senada disampaikan Kepala Kemenag Bengkulu Selatan Yasaroh Maksum menjelaskan jika dirinya tidak tahu menahu persoalan tersebut.

”Saya tidak tahu masalah SK itu,” terang Yasaroh.

Sementara itu, Kabag Kesra Setdakab Bengkulu Selatan Redwan Arif didampingi Kasi Pendidikan Keagamaan Kesra Walidi saat dikonfirmasi, dengan tegas mengatakan, bahwa dirinya tidak ada merubah SK yang sudah di tetapkan Bupati Bengkulu Selatan.

“Ini semua atas ulah anggota dewan Hatta tersebut, selama ini persiapan pemberangkatan haji Bengkulu Selatan ini lancar-lancar saja dan tidak ada permaslahan karom ini, kami tetap merujuk sesuai SK dua orang kepala rombongan yang sudah ditetapkan Bupati Bengkulu Selatan, atas nama Sukarni Yadjib dan Mursal Abadi dan satu orang dokter sebagai petugas kesehatan Yeni Eka Sari Syukurdi,” demikian Redwan.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 + 15 =

News Feed