Minggu, Oktober 2, 2022

Didemo Emak-emak, Bupati Gusnan Larang Wartawan Meliput

Baca selanjutnya

Demo emak-emak di rumah dinas Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, Sabtu, 02 April 2022, Foto: Dok/Asgolnews.com

Kupas News, Bengkulu Selatan – Puluhan massa yang mayoritas Emak-emak menggelar aksi di rumah dinas Bupati Bengkulu Selatan. Mereka adalah pedagang yang kecewa terhadap kebijakan Bupati Gusnan melarang Pasar Ampera untuk dijadikan tempat berjualan saat Ramadhan, Sabtu, (02/04) malam.

Bupati Gusnan memindahkan tempat berjualan ke Pasar Kutau dan Lapangan Sekundang. Kendati dinilai memberatkan, memicu aksi emak-emak menuntut Bupati Gusnan Mulyadi mengizinkan kembali berjualan di Pasar Ampera.

Dilansir dari Asgolnews.com, aksi sempat tersandung kegaduhan lantaran ajudan bupati menahan para pedagang untuk bertemu dengan bupati. Sikap ajudan yang tampak arogan itu membuat kecewa para pedagang.

“Kami sudah lama disini dan tujuan kami bertemu bupati untuk mengadukan nasib kami, padahal kami sudah diizinkan bertemu tetapi ajudan bupati melarang kami bertemu dengan sifat yang arogan kepada kami, ini sungguh membuat kami kecewa,” kata Ujang salah seorang perwakilan pedagang

Melihat beberapa hal, petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung mengamankan situasi dan berselang waktu akhirnya bupati Gusnan menemui pedagang di ruangannya.

Saat perbincangan para pedagang dengan bupati, salah seorang wartawan media online Tribunsumatra.com yang sedang mengambil gambar dan merekam video tiba-tiba ditegur bupati “Gak usah merekam buat apa kamu merekam,” kata Gusnan.

Atas sikap bupati Gusnan kepada wartawan tersebut kemudian menuai kritik dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu Selatan, Ade Bewok. Ia menyebut tidak sepantasnya seorang bupati menegur reporter dengan nada yang terkesan membatasi tugas pers.

“Wartawan dalam menjalankan tugas kejurnalistikanya dilindungi UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. Perannya di negara demokrasi sangat penting sehingga tidak boleh diterapkan dengan cara-cara yang paling penting untuk diingat” tutur Ade, Senin (04/04)

Ade meminta Bupati Gusnan lebih bijak dalam menghadapi wartawan dan meminta maaf atas perlakuannya yang sudah membuat shock wartawan tersebut.

“Saya sebagai Ketua JMSI sangat menyayangkan sikap dan cara bupati Gusnan Mulyadi dalam memperlakukan awak media online seperti ini. Saya tegaskan bupati harus meminta maaf kepada publik dengan sifat yang tidak layak itu” tegas Ade.

Editor: Riki Susanto

Rizky Billar Akan Diperiksa Polisi Pekan Depan Kasus Dugaan KDRT

Kupas News, Jakarta – Merebak kabar tak sedap ditengah masyarakat khususnya pecinta musik dangdut Indonesia, dimana telah terjadi insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)...

Longsor Hantam Rumah Warga di Seluma Akibat Curah Hujan Tinggi

Kupas News, Seluma - Akibat curah hujan tinggi sejak siang hingga malam yang mengguyur wilayah Kabupaten Seluma menyebabkan beberapa rumah mengalami longsor dan terendam...

Solusi Digital untuk Merchant di Indonesia Hasil Kolaborasi BRI dan Majoo

Kupas News, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan PT Majoo Teknologi Indonesia (Majoo) untuk memudahkan transaksi non tunai...

Ombudsman RI: Pemerintah Harus Kaji Ulang Regulasi MyPertamina

Kupas News, Kota Bengkulu - Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bengkulu, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menemukan fenomena dimana hampir diseluruh SPBU yang...

Polres Mukomuko Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Program Bantuan PIID-PEL

Kupas News, Mukomuko - Polres Mukomuko secara resmi menetapkan Agus Setiawan selaku Direktur Bumdes Anak Negeri Pasar Bantal sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana...

Terbaru