oleh

Disebut “Nakal”, Forum Kades Seluma Berang

-SELUMA-1 views
Hearing Forum Kades dengan DPRD Seluma
Hearing Forum Kades dengan DPRD Seluma

Seluma, kupasbengkulu.com – Sebanyak 23 orang perwakilan Forum Kepala Desa (Kades) Kabupaten Seluma menggelar hearing di ruang rapat DPRD Kabupaten Seluma terkait pernyataan Wakil Ketua II, Okti Fitriani, yang menyebut kades setempat banyak bepergian dan menghabiskan uang negara sehingga tidak fokus ke realisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Kepala Desa Gunung Kembang, Hapikin, mengatakan pernyataan Okti Fitriani tersebut dinilai mencemarkan nama baik kades di kabupaten ini.

“Apa yang telah disampaikan jelas mencemarkan nama baik kades. Seharusnya Okti menyampaikan permohonan maaf, jangan seperti kacang lupa kulit karena kades dan anggota dewan saling membutuhkan,” terangnya, Senin (20/06/2016).

Ketua Forum Kades, Suardi, menambahkan kedatangan puluhan kades ini juga untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan tersebut. Sayangnya Okti Fitriani berhalangan hadir, sehingga rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD seluma, Husni Thamrin.

“Selaku unsur pimpinan DPRD kami meminta maaf. Selanjutnya kepada BK saya minta untuk menindaklanjuti ini, termasuk memanggil wartawan yang memuat pemberitaan tersebut,” tegas Husni.

Terpisah, Okti Fitriani yang dihubungi via telepon menyatakan bahwa pemberitaan tersebut benar adanya karena melakukan pengawasan merupakan tugas DPRD. Menurutnya DPRD mempunyai hak untuk mengkritisi setiap penyelenggara pemerintahan Kabupaten Seluma, bahkan bupati sekalipun.

“Saya menyampaikan agar Bupati tegas terhadap kades yang bermasalah. Inspektorat harus melakukan pengawasan yang ketat karena kades didukung oleh fasilitas yang lengkap, berpotensi membuat kades bisa ‘nakal’,” terangnya.

“Jangankan kades, bupati pun boleh kita kritisi dan awasi. Apalagi yang digunakan adalah fasilitas negara yang bersumber dari uang rakyat. Begitu juga dengan DPRD, boleh dikritisi oleh siapapun, kita tidak anti kritik,” sambungnya.

Okti mengaku akan melakukan klarifikasi secara terbuka, hanya saja tidak akan menyampaikan permohonan maaf terkait pernyataannya tersebut.

“Nanti akan saya jelaskan juga ke kades apa saja fungsi dewan. Jangan ngotot itu benar adanya, silahkan diinvestigasi,” tegasnya. (sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eighteen − 5 =

News Feed