Kamis, Juli 7, 2022

Dua Warga Ditangkap, Dituduh Mencuri TBS, Puluhan Warga Serbu PT. SIL

Baca selanjutnya

No
kupasbengkulu.com – Puluhan warga Desa Tumbuan Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma mengepung sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Sandabi Indah Lestari (SIL). Hal tersebut dipicu adanya dugaan dua petani dari Kecamatan Seluma Barat ditangkap anggota Brimob sebagai keamanan di perusahaan tersebut, Jumat (12/9/2014).

Peristiwa pengepungan warga itu bermula dari sekitar pukul 18.01 WIB, dua petani berinisial At dan Si diduga memanen Tandan Buah Segar (TBS) di lokasi kebun milik Ei. Diketahui areal perkebunan tersebut tengah bersengketa dengan perusahaan kelapa sawit. Tepatnya Minggir Sari Apdeling II Pos IV.

Peristiwa penangkapan itu sampai ke masyarakat luas membuat warga marah, hingga puluhan warga mendatangi kantor perkebunan yang berada tak jauh dari lokasi penangkapan, Jumat (12/9/2014), malam.

Peristiwa pengepungan oleh warga ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Benny Ardiansyah.

“Saya mendapatkan informasi dari warga setempat. Saya sudah sampaikan kepada warga untuk tidak bertindak anarkis dan melakukan negosiasi dengan kepolisian,” kata Benny, Jumat (12/9/2014).

Ia menduga, selama ini memang lokasi tersebut sedang bersengketa dengan perusahaan kelapa sawit.

“Baru saja kedua petani itu hendak pulang dari memanen sawit milik Pak Endui ia ditangkap oleh Brimob didampingi karyawan perusahaan,” kisah Benny.

Sementara itu, dikonfirmasi salah seorang petugas keamanan Perusahaan Ahmad Farizal mengatakan, usai Magrib Jumat (12/9/2014) ada 12 warga setempat yang mengendarai sebanyak 7 unit sepeda motor masuk ke PT. SIL.

”Mereka ke PT untuk menemui pihak perusahaan agar warga yang tertangkap tidak dibawa ke Polres Seluma. Namun, akhirnya putar arah dan memilih kumpun di Pagar Agung,” demikian Farizal.

Untuk diketahui, konflik agraria ini sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2011. Namun, tidak ada penyelesaian dari pemerintah setempat. Akibatnya, warga dan perusahaan kerap kali terlibat konflik.

Konflik ini bermula pada tahun 1987 saat itu Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1.200 Hektare (Ha) dipegang oleh PT. Way Sebayur namun diterlantarkan. Melihat tanah tersebut diterlantarkan maka warga secara bertahap melakukan penanaman di lokasi eks- PT Way Sebayur.

Saat masyarakat telah menikmati hasil tanaman mereka secara mengejutkan datanglah, PT SIL yang mengklaim memiliki HGU atas tanah Eks-Way Sebayur tersebut dan melakukan penggusuran terhadap tanaman milik warga.Aksi tersebut mendapatkan penolakan dari warga empat desa dengan jumlah 459 kepala keluarga itu.

Sementara masyarakat juga mengklaim bahwa mereka memiliki alas hukum yang tegas untuk mengelola tanah tersebut berdasarkan SK Gubernur nomor 700/II/BPP/2004/ klausal surat gubernur Bengkulu saat itu dijabat Hasan Zen berisikan “Lahan yang belum dikelola PT Way Sebayur diberikan kesempatan masyarakat untuk menggarapnya termasuk yang di dalam HGU.”(cr9)

Sukseskan Pemilu 2024, JMSI Seluma Audiensi dengan KPU & Bawaslu

Kupas News, Seluma - Sukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Seluma menggelar audiensi dengan KPU dan Bawaslu Seluma,...

DPW LIRA Bengkulu Temui Dirjend Agraria ATR/BPN Terkait Polemik PT. Pamor Ganda

Kupas News, Jakarta - Polemik antara Masyarakat desa penyangga vs PT. Pamor Ganda mulai menemui titik terang, pasalnya Ormas Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bengkulu...

Perpusda Bengkulu Segera Luncurkan Kafe Literasi

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi, Foto: Dok/Alfridho Ade Permana Kupas News, Kota Bengkulu - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu terus melakukan...

Tim Gabungan Belum Temukan Korban Tenggelam Di Lentera Merah

Kupas News, Kota Bengkulu - Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polsek, KSKP, dan Polairud Polda Bengkulu masih berjibaku melakukan pencarian warga yang tenggelam...

Unggul Telak di Pilkades, Rifki Hidayat Ajak Masyarakat Bangun Desa

Kupas News, Bengkulu Utara - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bukit Indah, Kecamatan Ketahun, Bengkulu utara akhirnya menunjuk Rifki Hidayat sebagai kepala desa...

Terbaru