oleh

Fishlog, Aplikasi yang Mampu Deteksi Keberadaan Ikan

-IPTEK-3 views

kupasbengkulu.com – Presiden Terpilih Joko Widodo punya misi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional (KNTI) Riza Damanik menyambut baik hal tersebut. Untuk meningkatkan potensi maritim, KNTI turut bergerak memberdayakan nelayan tradisional.

Salah satu cara KNTI membantu nelayan tradisional adalah mengenalkan aplikasi bernama Fishlog yang dibuat bersama Center for Oceanography and Marine Technology, Surya University. Aplikasi sederhana berbasis Android tersebut tidak hanya memudahkan nelayan, namun juga berpotensi menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), menghemat biaya yang harus dikeluarkan nelayan, bahkan menyelamatkan nyawa nelayan.

Kepada Kompas.com, Riza mengaku sudah melakukan ujicoba penggunaan aplikasi tersebut selama tiga bulan belakangan ini pada nelayan di Kabupaten Rembang. Ujicoba sudah dilakukan selama tiga bulan, namun Riza baru sebulan lalu mengunjungi para nelayan.

“Di Fishlog ini telah bisa melayani informasi tentang lokasi penangkapan ikan. Kalau mereka tahu tentang lokasi, mereka tidak perlu berburu. BBM efisien, keuntungan maksimal,” ujar Riza, Sabtu (6/9/2014).

Menurutnya, sejauh ini tanggapan nelayan pengguna aplikasi cukup baik. Meski baru digunakan oleh sekitar 60 nelayan anggota, guna aplikasi sudah mulai terasa. Jika sebelumnya nelayan harus menghabiskan banyak bahan bakar, kini penggunaannya bisa ditekan lantaran nelayan tidak perlu berburu dan berputar-putar mencari ikan.

Padahal, 60 sampai 70 persen biaya produksi nelayan digunakan untuk membeli BBM. Penurunan pengeluaran untuk BBM tentu akan meningkatkan pendapatan riil nelayan.

Selain meningkatkan pendapatan nelayan, pengembangan aplikasi ini sebenarnya berawal dari keinginan anggota keluarga nelayan mengetahui keberadaan nelayan di laut.

“Ide awalnya adalah GPS locator, kemudian memberikan informasi harga ikan setiap hari, dan cuaca,” imbuh Riza.

GPS locator dan informasi cuaca akan membantu nelayan mengetahui medan. Sementara, informasi harga ikan akan mencegah nelayan ditipu tengkulak. Sebelumnya, nelayan yang tidak punya akses untuk memantau harga ikan akan terpaksa menjual hasil tangkapannya dengan harga murah agar tidak busuk atau dia tidak perlu membeli es.

Nelayan tidak hanya berlaku sebagai pengguna. Nelayan pun bisa dengan aktif memasukkan data hasil penangkapan ikan, lokasi penangkapan, dan harga ikan. Sementara, data cuaca diambil dari data resmi BMKG.

Karena itu, Riza berharap agar pemerintah mau menyediakan server yang lebih besar, agar lebih banyak nelayan bisa menggunakan aplikasi tersebut. Riza optimistis, hal ini bisa terjadi dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendatang. Pasalnya, Jokowi pun sudah melihat langsung aplikasi ini dan menunjukkan apresiasinya.

kompas.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one × three =

News Feed