oleh

Hari Kartini, Jurnalis Perempuan Bengkulu Aksi Simpatik

Para
Para Jurnalis Perempuan Bengkulu gelar aksi simpatik. 

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Hari Kartini setiap tanggal 21 April, dirayakan Jurnalis Perempuan Bengkulu dari berbagai mass media,  seperti Kupasbengkulu.com, Tempo, Bengkulu Ekspress, Bengkulu Ekspress TV, Rakyat Bengkulu, Rakyat Bengkulu TV, Kompas TV, RMOL, Antara, Radar Selatan dan RRI, dengan aksi simpatik di kawasan Simpang Lima Kota Bengkulu.

Dalam aksi ini, kelompok yang menyebut diri mereka Jurnalis Perempuan Rafflesia (JPR) ini menyuarakan pernyataan sikap. Diantaranya, menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual terhadap jurnalis perempuan dalam menjalankan tugasnya. Para Jurnalis juga menuntut agar diberikan kesempatan jenjang karir, serta ruang yang berkaitan dengan pengambilan kebijakan, sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas.

“Kami meminta agar diberikan porsi untuk peliputan isu yang berkaitan dengan perempuan, serta memberikan ruang untuk menggunakan narasumber perempuan,” tegas Koordinator Aksi, Komi Kendy, Kamis (21/04/2016).

Pihaknya juga berharap,  jurnalis perempuan diberikan jaminan kesehatan, keselamatan kerja dan jaminan sosial, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, mereka juga menuntut agar diberikan hak cuti kepada jurnalis perempuan, terutama cuti melahirkan.

“Kami juga ingin diberikan kesempatan untuk pelatihan keterampilan, guna meningkatkan kapasitas diri,”  jelas Komi.

Dalam aksi tersebut,   ikut serta Wakil Walikota Bengkulu, Patriana Sosialinda, yang sempat membacakan puisi tentang perjuangan perempuan.

Tidak hanya itu, sebagai apresiasi atas kinerja jurnalis perempuan selama ini, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslina, beserta pemilih Rumah Cantik Amanie, Yohana, menyerahkan voucher perawatan salon kepada masing-masing anggota JPR.

“Kita sangat mengapresiasi kerja jurnalis perempuan, meskipun memiliki tanggungjawab  besar di dalam keluarga. Mereka tetap bisa mensejajarkan diri dengan laki-laki. Perempuan tetap bisa menjadi salah satu agen perubahan, untuk membuat bangsa ini lebih baik ke depan. Kita berharap tuntutan jurnalis perempuan ini nantinya dapat diserahkan ke DPRD Provinsi Bengkulu, untuk kita tindaklanjuti bersama,” jelas Sefty. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed