oleh

Wanita Ini hanya Hidup dari Matahari dan Udara, Tanpa Makan

Diet breatharian

kupasbengkulu.com – Sebelumnya orang beramai-ramai menjadi vegetarian, mereka hanya memakan sayuran dan buah-buahan tanpa mengkonsumsi makanan dari hewan. Kemudian muncul Fruitarian, mereka yang percaya bisa hidup hanya dengan memakan buah-buahan.

Sekarang beberapa orang mulai mengikuti pola hidup breatharian yaitu suatu konsep hidup tanpa makan dan minum.Penganut pola hidup ini hanya mengandalkan udara dan sinar matahari sebagai sumber energi.

Seperti yang dilakukan Navenna Shine, 65 tahun, seorang warga Seattle, Amerika Serikat, menerapkan pola hidup breatharian, sejak tahun lalu.  Ia bahkan tak makan apa-apa selama lima minggu.

“Dia merasa sangat sehat dan baik-baik saja. Hanya terkadang ia merasa ‘kedutan’ di perut pertanda lapar,” seperti yang ditulis  Daily Mail, Kamis, 6 Juni 2013, mengutip ucapan Shine melalui akun Facebook dan YouTube-nya.

Meskipun demikian, nyatanya ia merasa reaksi empedu karena tidak makan telah membuat tenggorokannya tak nyaman. Ia juga merasa mual dan sembelit.

Selain efek samping itu, pensiunan yang berasal dari Inggris ini mengatakan, tidak makan juga telah berdampak pada kehidupan sosialnya. Pada hari ketujuh, ia menulis, “Teman-teman saya mengadakan pesta barbeque malam ini. Saya tidak bisa mencium aroma nikmatnya, tapi saya bisa merasakan mereka benar-benar bahagia menghabiskan waktu bersama.” Ia juga membayangkan bagaimana menghadiri resepsi pernikahan, tapi tidak makan, padahal sajian prasmanan begitu menggoda.

Shine berencana tinggal di “lingkungan yang terkendali” selama empat sampai enam bulan agar breatharian-nya berhasil. Ia memasang delapan kamera untuk mengevaluasi kemajuannya. Beberapa kamera dipasang di lemari makanan guna menjaga agar ia tidak menyelinap mengambilnya. Melewati hari-hari laparnya, ia hanya menonton film, berolahraga, dan tidur.

Hari terakhir dia memakan makanan padat adalah tanggal 30 April. Ia membersihkan saluran cernanya dengan meminum jus tiap tiga hari dan menjalani kolonoskopi untuk mempersiapkan rencana jangka panjangnya ini. Dia mengaku energinya telah menurun dalam beberapa minggu.

Bahkan, pada awal minggu, ia sempat merasa lemas dan muntah. Sejauh ini, ia telah kehilangan 58 kilogram bobot tubuhnya. Sebelum menjalani pola hidup ini, Shine telah diperingatkan tentang risiko yang mungkin muncul, yang terburuk adalah kematian. Situs Seattleglobalist.com mencatat bahwa sebanyak empat breatharian telah meninggal ketika mencoba untuk hidup hanya dengan air dan cahaya.

Shine merasa tidak yakin bahwa ia akan mampu bertahan. Pada hari ke-30 ia menulis, “Saya merasa tubuh saya mencapai titik di mana ia telah mengkonsumsi semua lemak yang tersimpan, dan kini ia sedang mencari-cari kira-kira apa lagi yang bisa didapatkan.”

Bukan hanya Shine, masih ingat kan pada Barbie hidup bernama Valeria Lukyanova ini? Model asal Ukraina ini menjadi semakin populer ketika mengubah penampilannya layaknya Barbie beberapa tahun yang lalu.

Dilansir Huffingtonpost.com, model yang satu ini bikin kehebohan lagi. Setelah puas dengan penampilan dirinya, ia bahkan berkata tidak akan makan dan minum.

Wanita berpinggang tipis yang menciptakan kontroversi besar-besaran ini tampaknya jatuh cinta pada konsep Breatharian.

“Dalam beberapa pekan terakhir ini aku belum lapar sama sekali,” demikian kisahnya berbicara soal percobaannya menjadi Breatharian. Hingga saat ini, yang ia lakukan adalah mengurangi sedikit demi sedikit asupan makan pada tubuhnya, setelah itu ia akan menjalankan Breatharian secara maksimal.

“Aku harap ini adalah tahap akhir di mana aku bisa hidup hanya dengan udara dan cahaya saja,” lanjutnya.

Sumber lain mengatakan bahwa apa yang dilakukan Valeria ini semata-mata adalah untuk mempertahankan proporsi tubuhnya saja. Ia ingin selamanya memiliki tubuh seperti boneka.

Di seluruh dunia, diperkirakan ada 5.000 breatharianists. Meskipun mereka mengklaim ini adalah cara bertahan hidup yang sehat, nyatanya tak ada satu pun bukti medis bahwa kelaparan akan mempertahankan hidup seseorang.

Dr. Ronald Hoffman, direktur medis dari Hoffman Center berbicara bahwa hal tersebut hanyalah semacam delusi saja. Dilaporkan bahwa setidaknya sudah ada satu orang yang mati kelaparan karena mencoba menjalankan Breatharian ini. (she)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed