oleh

Ini Dia Peraih Adinegoro 2013, Diserahkan di Bengkulu

Pemenang Adinegoro 2013 kategori karikatur, Suara Pembaruan
Pemenang Adinegoro 2013 kategori karikatur, Suara Pembaruan

kupasbengkulu.com – Penghargaan Adinegoro merupakan puncak prestise para jurnalis, butuh dedikasi, disiplin dan kerja keras untuk meraih prestasi ini.

Anugerah jurnalistik Adinegoro mengabadikan nama wartawan multi-talenta Djamaluddin ADINEGORO, yang lebih dikenal dengan nama ADINEGORO, ketimbang nama aslinya Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan yang diberikan ayahnya. Ia tokoh yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan pers nasional.

Berikut Daftar peraih penghargaan Adinegoro 2013 yang akan dikukuhkan pada perayaan Hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2014 di Bengkulu.

Kategori Foto:
Berjudul “Rusuh Sidang MK”, satu karya foto jurnalistik karya pewarta foto Kantor Berita ANTARA, Fanny Octavianus, ditetapkan menjadi foto berita terbaik tahun ini, menempatkan pewarta foto itu sebagai peraih Penghargaan Adinegoro 2013 untuk kategori Foto Berita.

Kategori Karya Jurnalistik:
Wartawan Harian Umum Duta Masyarakat, Ahmad Ainurrofiq menjuarai lomba karya jurnalistik Adinegoro 2013 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat. Ainurrofiq mengalahkan para peserta lainnya dari berbagai media cetak di Indonesia dengan perolehan nilai 233,75.

Hasil karya Ainurrofiq berjudul “Hari-Hari Jelang Runtuhnya Gang Dolly” yang diterbitkan Harian Umum Duta Masyarakat mulai edisi 29 Juli hingga 5 Agustus 2013 lalu ini, mendapat penghargaan tertinggi kategori jurnalistik investigasi.

Kategori Tajuk Rencana:
“Ironi Pencalonan DPR”, Tajuk Rencana Harian Kompas yang terbit Rabu 24 April 2013, meraih penghargaan Jurnalistik Adinegoro 2013.

Kategori Karikatur:
Karikatur berjudul “RIP” Penegakan Hukum buah karya Hendrikus David Arie Mulyatno dari Suara Pembaruan memenangi penghargaan Adinegoro 2013 untuk Kategori Karikatur. Karya tersebut meraih nilai 280 dari tiga orang juri, yaitu karikaturis senior Pramono R Pramoedjo, budayawan Mudji Soetrisno, dan dosen Institut Kesenian Jakarta serta pemahat Dolorosa Sinaga. Hendrikus membuat karikatur demokrasi dalam sosok pria berkaki buntung yang sedang berziarah ke “makam” penegak hukum.(kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed