Sabtu, Mei 28, 2022

Isu Suap KPU Rejang Lebong Diklarifikasi PPP

Baca selanjutnya

Jumpa Pers DPC PPP Rejang Lebong dan Ketua KPU Rejang Lebong terkait isu suap yang menerpa KPU Rejang Lebong, Kamis (15/05/2014).
Jumpa Pers DPC PPP Rejang Lebong dan Ketua KPU Rejang Lebong terkait isu suap yang menerpa KPU Rejang Lebong, Kamis (15/05/2014).

kupasbengkulu.com – Isu yang berkembang di lingkungan KPU Rejang Lebong akhir-akhir ini, yakni isu suap senilai Rp 50 juta dari salah satu caleg PPP dapil 3 Rejang Lebong terhadap Ketua KPU Rejang Lebong, M. Saleh terkait upaya penyelesaian sengketa perolehan suara, hari ini Kamis (15/5) di salah satu Rumah Makan di Kota Curup, PPP mengadakan jumpa pers untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Ahmad Rozikin selaku saksi PPP kepada wartawan menyatakan kalau isu yang mulanya diakuinya, melalui jumpa pers dinyatakannya bahwa itu tidak benar. Bahkan ia sendiri telah membuat surat pernyataan diatas materai pada 10 Mei 2014 lalu. Dalam surat pernyataan tersebut ditegaskan bahwa telah terjadi kesalah pahaman soal isi berita di media mengenai isu suap tersebut.

“Saya tegaskan kepada kawan-kawan semua bahwa isu tersebut sama sekali tidak benar, dan tidak ada,” tegas Sikin.

Diterangkan lebih jauh oleh Sikin, saat itu dirinya dalam keadaan tidak stabil, hingga akhirnya isu itu mencuat dan pihaknya telah meminta maaf kepada Ketua KPU Rejang Lebong serta pihaknya juga sudah menyampaikan surat resmi ke Bawaslu terkait persoalan tersebut.

Sementara itu, laporan panwaslu atas dugaan suap tersebut telah diteruskan oleh Panwaslu Rejang Lebong ke Bawaslu Provinsi Bengkulu dan saat ini tengah diproses. Menurut Sikin, pihaknya menghargai apa yang akan dilakukan oleh Panwas maupun Bawaslu, hanya saja itu bukan ranahnya lagi, mengingat yang diproses oleh Bawaslu atau Panwaslu bukanlah laporan dirinya, melainkan temuan panwas, sementara laporan dirinya hanya sebagai penguat saja.

Dilain pihak, Junaidi selaku Caleg PPP dari dari dapil 4 Rejang Lebong yang pertama kali melontarkan adanya uang Rp 50 juta diberikan kepada Ketua KPU Rejang Lebong saat digelarnya pertemuan di Kantor Panwaslu Rejang Lebong beberapa waktu lalu juga menyatakan kalau hal itu tidaklah benar.

Junaidi pun diketahui telah membuat surat pernyataan tertulis bertandatangan diatas materai pada 9 Mei 2014. Dalam surat tersebut Junaidi menyatakan kalau yang diucapkannya di kantor Panwaslu Rejang Lebong pada 1 Mei 2014 sekitar pukul 20.00 WIB adalah tidak benar dan itu hanya ungkapan emosional saja.

“Waktu itu saya dalam keadaan kesal hingga emosional, soal apa yang saya ucapkan di kantor Panwas waktu itu adalah tidak benar,” ujarnya singkat.

Ketua DPC PPP Rejang Lebong, Rudi Nasution, sama dengan apa yang disampaikan oleh Ahmad Rozikin selaku saksi PPP. Menurut Rudi, PPP merupakan partai yang berasaskan Islam yang menjunjung tinggi amal makruf nahi Mungkar, dimana PPP berkomitmen untuk mengikuti pemilu dengan fair tanpa money politik apalagi suap.

Sejak awal munculnya isu tersebut, kata Rudy, PPP telah membentuk tim khusus dan berdasarkan laporan tim tersebut bahwa isu suap tersebut tidak benar, termasuk juga keterangan langsung Junaidi selaku caleg PPP yang disebut memberikan uang Rp 50 juta kepada Ketua KPU Rejang Lebong.

“Berdasarkan investigasi kami di tingkat partai, isu tersebut berkembang karena faktor kekecewaan saja, yang bersangkutan telah mengakui bahwa itu tidak benar. Saya selaku ketua PPP memohon maaf kepada ketua KPU beserta anggotanya, saya akui isu ini telah mengganggu kinerja KPU dan juga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja KPU,” kata Rudi.

Jumpa pers yang juga dihadiri oleh Ketua KPU Rejang Lebong M. Saleh, kepada wartawan menerangkan kalau dirinya menyambut baik langkah PPP yang menggelar konfrensi pers dan menyatakan menyadari kesalahannya.

“Saya menyambut baik langkah yang ditempuh oleh PPP ini, dan semoga isu yang sudah ini tidak terus berkembang, PPP sudah menyadari kesalahannya dan sudah minta maaf, sebagai mahluk Allah saya memaafkan, karena Allah saja maha pemaaf,” tutup Saleh.(dsr)

Batal Tata DDTS, Dispar Kota Tetap Lakukan Pembinaan

Kupas News, Kota Bengkulu - Kendati batal menata kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) karena terkendala beberapa peraturan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui...

Gubernur Rohidin Lantik Pj Bupati Bengkulu Tengah

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Rabu, (25/5) secara resmi melantik Heryandi Roni sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bengkulu Tengah (Benteng), di Balai...

Disdukcapil Dukung Program Penyederhanaan Administrasi Berbasis Data Kependudukan

Kupas News, Kota Bengkulu – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tengah mengupayakan wacana pemberlakuan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam KTP menjadi Nomor Pokok Wajib...

Dahri Iskandar: Jangan Tunggangi Kepentingan Politik Soal Pembebasan 40 Petani

Kupas News, Mukomuko – Kapolres Mukomuko membebaskan 40 orang tersangka dalam kasus pencurian kelapa sawit milik PT Daria Dharma Pratama (DDP). Penyelesaian kasus ini...

Gandeng Bank Bengkulu, BPKD Launching Aplikasi e-Retribusi

Kupas News, Bengkulu – Bekerjasama dengan Bank Bengkulu, Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu, Selasa, secara resmi melakukan launching Aplikasi e-Retribusi...

Terbaru