oleh

Jatuh Dari Motor, Penjambret Kritis Digebuk Warga

Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Sial nasib yang menimpa seorang penjambret berinisial Tr (20). Ia saat ini dalam kondisi kritis, lantaran digebuki warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Selupu Rejang, Rejang Lebong.

Kejadian ini terjadi pada hari Kamis (19/3/2015). Motor yang digunakan korban saat melakukan aksinya, jenis Satria FU bernopol BD 3989 HK juga tidak luput dari amukan warga. Motor tersebut dibakar massa, sedangkan pelaku tetap dihakimi oleh sebagian warga lainnya. Nyawa pelaku selamat berkat kedatangan petugas polisi ke lokasi kejadian yang langsung mengurai keadaan. Tersangka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup untuk mendapat perawatan.

Diketahui, akibat amukan warga tersebut, tersangka mendapat beberapa luka parah dibagian kepala, wajah dan dada. Kejadian ini bermula ketika tersangka menjambret Nurmi Mardiansari (22) dan Patiyem (38) yang merupakan guru di salah satu PAUD Desa Sumber Urip, Kecamtan Selupu Rejang.

Aksi jambret tersebut terjadi di pinggir jalan Desa Sumber Bening, tepat didepan kantor Camat Selupu Rejang. Kedua korban yang mengendarai Honda Beat bernopol BD 2250 KK diikuti pelaku dari belakang. Kemudian, pelaku menarik tas milik Nurmi dan terjadilah tarik menarik.

Akibat tarik menarik ini, kedua motor, baik milik korban maupun pelaku, langsung terjatuh, Saat itu, teriakan minta tolong dari kedua korban sudah berhasil mengumpulkan warga sekitar. Melihat warga sudah banyak mendekat, pelaku langsung melarikan diri, meninggalkan motornya di lokasi kejadian.

Warga yang sudah geram dengan tindak kriminal semacam itu akhirnya melampiaskan kemarahan pada motor korban, dengan cara membakarnya. Sedangkan sebagian warga lain memilih untuk mencari dan mengepung pelaku.

Pelaku kemudian berhasil ditemukan, sedang bersembunyi di salah satu SD dekat lokasi kejadian. Setelah ditemukan, tanpa banyak bicara lagi, massa segera menghajar pelaku. Beruntung, petugas langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku.

“Waktu itu, saya berusaha mempertahankan tas saya sehingga terjadi tarik menarik antara saya dengan pelaku.” jelas Nurmi.

Diduga, Tr adalah pelaku kambuhan yang kerap melakukan berbagai tindak kriminal. Hal ini terbukti dari ditemukannya sebuah pisau dan kunci T dibalik baju korban.(vai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

8 + five =

News Feed