oleh

Jelang Pemilu, Jangan Terpedaya Iming-iming Uang

Drs.Tajri Rachman
Drs.Tajri Rachman

kupasbengkulu.com – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Calon Legislatif (Caleg) tepatnya 9 April 2014 mendatang, diprediksi bakal marak terjadinya politik uang untuk meraih kemenangan atau suara terbanyak. Hal ini tentunya akan berdampak negatif pada generasi penerus yang akan datang. Karena secara tidak langsung adanya money politik ini sangat mempengaruhi kurangnya SDM di daerah tersebut.

Salah satu tokoh pemuda Desa Pengubaian Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Agus Ferlian, S.Pd, Selasa (4/3/2014) siang mengimbau supaya masyarakat tidak tertipu daya dengan iming-iming uang yang diberikan oleh pihak yang berkepentingan menjelang pemilu April 2014 mendatang.

“Diharapkan agar masyarakat jangan terpengaruh dengan iming-iming uang yang akan dilakukan oleh pihak yang berkepentingan dalam pemilu tahun ini,” ujarnya.

Ferlian juga menambahkan dengan adanya politik uang ini seharusnya masyarakat makin cerdas untuk memilih yang mana bisa menjadi pemimpin yang benar-benar akan memimpin untuk melanjutkan cita-cita masyarakat Kabupaten Kaur yang lebih baik. Dan tentunya hal ini tidak dilihat dengan berapa jumlah uang yang mereka berikan kepada masyarakat untuk meraih suara terbanyak demi untuk bisa duduk dikursi anggota Legeslatif.

Terpisah, salah satu Caleg Drs.Tajri Rachman saat dimintai konfirmasi menerangkan bahwa seharusnya money politk itu dihapuskan. Karena ini membunuh kepribadian anak bangsa. Dan jika ini dibiarkan akan berdampak buruk pada penerus penerus yang akan datang.

“Saya adalah asset dan partner bagi orang lain. Dengan demikian saya sangat tidak setuju dengan adanya money politik ini. Demi untuk meraih suara terbanyak dengan mengiming-imingi masyarakat dengan uang mereka rela menghamburkan atau menamkan modal dengan jika terpilih nanti uangnya akan kembali lagi,” ujarnya.

Ditambahkan Tajri, seluruh masyarakat Kabupaten Kaur khususnya supaya tidak tertipu dengan janji yang tanpa bukti.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menentukan pilihan. Dan harus pintar menentukan pilihan yang benar-benar punya kemampuan dan punya kepribadian pemimpin yang nantinya akan membawa daerah ini lebih baik lagi. Karena satu hari pemilihan itu menentukan nasib daerah kita 5 tahun ke depan,” ujarnya. (mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed