oleh

Kader PDI-P Bengkulu Dikeroyok di Lenteng Agung

unjuk rasa kader PDI-P di Simpang Lima, Kota Bengkulu
unjuk rasa kader PDI-P di Simpang Lima, Kota Bengkulu

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Kader DPD PDIP Bengkulu, Mulyadi Wadis mengaku dikeroyok sejumlah petinggi partai berlambang banteng itu di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, pada 19 Maret 2015.

Hal ini disampaikan Mulyadi Wadis dalam orasi yang digelar beberapa kader PDIP Bengkulu saat unjuk rasa menolak kepengurusan DPD PDIP yang memenangkan Elva Hartati dalam Konferda pada Maret lalu.

“Pada Konferda lalu terbukti tidak berlaku demokrasi, saat itu dari 10 DPC, sembilan diantaranya memenangkan Ismail Saleh dan satu DPC mendukung Elva Hartati, namun pengurus DPP Idham Samawi mengaku mendapatkan telpon dari Ibu Megawati jika, Ibu Mega merestui Elva Hartati, belakangan telpon itu tidak benar, kami merasa dibohongi,” kata Mulyadi Wadis dalam orasinya, Kamis (2/4/2015).

Ia lanjutkan, terpilihnya Elva Hartati sangat bertentangan dengan anggaran dasar partai, selanjutnya, Mulyadi Wadis dan beberapa kader dari Bengkulu mendatangi kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta.

“Saat itu sudah pukul 16.00 WIB, Ibu Megawati, sudah bersiap menemui kami, namun kami diminta untuk menemui pengurus DPP Andres Parera, saat diskusi dengan Andres Parera, masuklah Idhma Samawi, terjadi keributan saat Idham Samawi memarahi kami, saat itulah pengeroyokan terjadi,” kata Mulyadi yang juga mantan Ketua Kaderisasi DPD PDIP Bengkulu ini.

Ia sebutkan puluhan orang suruhan Idham memukuli dirinya hingga ia mengalami luka di pelipis, begitu juga beberapa kader lain dari Bengkulu.

“Kami tak melakukan perlawanan karena kami menghormati kantor DPP PDIP, kasus ini telah kami laporkan ke Polres Jakarta Selatan dan Ibu Megawati,” tegasnya.

Ia juga mengaku tetap setia pada PDIP karena sejak tahun 1986 telah menjadi kader ideologis PDIP.

kompas.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one × 1 =

News Feed