Kanwil Kemenkumham Bengkulu Sosialisasikan Kekayaan Intelektual Manusia

0
147
Kanwil Kemenkumham Provinsi Bengkulu saat menggelar Sosialisasi Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual dan Sosialisasi Pelayanan Partai Politik, di Bengkulu, Senin, 15 Agustus 2022, Foto: Dok
Kanwil Kemenkumham Provinsi Bengkulu saat menggelar Sosialisasi Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual dan Sosialisasi Pelayanan Partai Politik, di Bengkulu, Senin, 15 Agustus 2022, Foto: Dok

Kupas News, Bengkulu – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Provinsi Bengkulu Erfan mengatakan, kekayaan intelektual adalah hak yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia. Kekayaan intelektual dibagi dua kepemilikan yaitu, kekayaan intelektual personal dan kekayaan intelektual komunal.

Dijelaskan Erfan adapun kekayaan personal meliputi paten, merk, hak cipta, desain industri, rahasia dagang, dan desain tata letak sirkuit terpadu. Sedangkan kekayaan intelektual komunal meliputi ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, sumber daya genetik dan indikasi geografis.

“Bidang kekayaan intelektual ini erat kaitannya dengan inovasi adalah paten,” kata Kakanwil Kemenkumham Provinsi Bengkulu Erfan, saat membuka secara resmi Sosialisasi Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual dan Sosialisasi Pelayanan Partai Politik, di Bengkulu, Senin (15/8).

Erfan mengungkapkan, paten adalah hak eksklusif inovator atas investasi bidang teknologi untuk melaksanakan invensinya atau idenya. “Oleh karena itu, pemahaman tentang sistem perlindungan paten sangat diperlukan tidak saja untuk meningkatkan permohonan paten tapi juga menumbuhkan semangat untuk melakukan penelitian dan pengembangan,” kata Erfan.

Terkait diseminasi dan promosi kekayaan intelektual, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Ika Joni Ikhwan mengatakan, Provinsi Bengkulu yang terdiri dari 9 kabupaten dan 1 kota sudah tentu memiliki kekayaan intelektual. “Dari segi seni budaya dan bahasa begitupun dengan bentuk rumah adat-pun tidak ada yang sama, yang semuanya merupakan kekayaan intelektual,” kata Ika Joni.

“Hal itu perlu diinventarisir untuk mendapatkan perlindungan agar ciri khas tidak diganggu oleh pihak lain,” sambung Ika Joni.

Selain itu, lanjut Ika Joni, pada sisi personal, masyarakat Provinsi Bengkulu juga memiliki obat-obatan tradisional atau herbal yang sudah diajukan ke Kemekumham untuk dipatenkan.

“Untuk itu, dengan sosialisasi ini menjadi momentum mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan nilai tambah sektor ekonomi kreatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” harapnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan kerjasama antara Kanwil Kemenkumham Provinsi Bengkulu dengan instansi terkait.

Reporter: Adhika Kusuma