oleh

Keluarnya “Erek” Saat Panen Padi di Lebong

suasana panen padi di Kabupaten Lebong
suasana panen padi di Kabupaten Lebong

kupasbengkulu.com – Bagi masyarakat luas mungkin tidak mengenal dengan istilah “erek”. Akan tetapi, bagi masyarakat Kabupaten Lebong, atau yang pernah tinggal di Kabupaten Lebong sudah tidak asing lagi dengan istilah ini.

Erek adalah sebutan dalam bahasa Rejang khususnya Lebong untuk mesin perontok padi yang berfungsi untuk merontokkan atau memisahkan bulir-bulir padi dari batangnya. Biasanya erek dipergunakan pada saat musim panen padi yang sedang terjadi di Kabupaten Lebong.

Karena Lebong hanya memiliki musim tanam 1 kali dalam setahun, maka erek juga akan digunakan 1 kali dalam satu tahun pula. Pada musim panen saat ini, banyak sekali erek baik itu milik perorangan ataupun individu yang membantu para petani untuk memanen padi disawahnya.

Selain itu, ada juga istilah “anggota erek” yaitu orang yang bekerja pada saat erek itu bekerja atau digunakan saat memanen. Biasanya anggota erek terdiri dari 15 orang yang memiliki tugas masing-masing tergantung dari luas lahan yang akan dipanen. Seperti erek milik kelompok tani “Dio Ba Gite” dari Desa Semelako Kecamatan Lebong Tengah, setiap kali memanen mereka selalu menyertakan setidaknya 15 orang untuk bekerja.

Hal ini menjadi pemandangan sehari-hari yang akan kita jumpai sepanjang jalan di Kabupaten Lebong. Mulai dari daerah Kecamtan Lebong Selatan hingga ke Kecamatan Pinang Belapis akan ada banyak erek beserta anggotanya. Mereka bekerja dari pagi hari hingga selesai memanen padi di sawah dari pemilik lahan.

Samir (44) ketua kelompok tani Dio Ba Gite menjelaskan, setiap anggota memiliki peranan dan tugas masing-masing. “Ada yang tukang memasukkan padi ke mesin (erek, red), ada yang bertugas memasukkan padi kkarung, ada yang tukang sabit dan tukang pikul,” kata Samir dalam bahasa Rejang.

Untuk upah yang dikenal dengan istilah bawon, anggota erek tidak mengambil upah uang. Mereka hanya mengambil upah padi dari hasil panen tersebut. “Biasanya untuk upah, kami mengambil padi dari pemilik lahan. Misalnya, dari 7 karung yang dihasilkan kami mengambil 1 karungnya dan hasil itulah yang akan kami bagi pada anggota erek,” terang Samir.

Pada saat musim libur sekolah seperti sekarang, anak-anak pun juga ikut ambil bagian. Mereka memanfaatkan libur sekolah dengan mencari uang jajan tambahan, apalagi Lebaran sudah tidak lama lagi. Ina (13) pelajar kelas VII SMP mengatakan,”Kami sudah biasa menjadi anggota erek. Daripada tidak ada kegiatan, enak membantu orang tua dan sekaligus menambah uang jajan. Lebaran kan sudah dekat,” kata Ina dengan polosnya. (spi)

Rekomendasi