oleh

Kodok Menyerupai Tanduk dalam Film Naruto, Ada di Rejang Lebong

kodok iii

kupasbengkulu.com – Bila anda penggemar anime Naruto, maka anda pasti tahu dengan seekor kodok yang memiliki kelopak mata yang lancip. Sehingga menyerupai tanduk milik gurunya Naruto.

Siapa sangka, kalau katak tersebut hidup dipedalaman Sumatera termasuk di Kabupaten Rejang Lebong. Di tanah Rejang, hewan ini diberi nama Sebaidukut atau kekek Tanduk.

Selain ‘tanduk’, ciri khas lain kodok ini adalah berukuran lebih besar dari kodok biasanya, gendut dan pendiam. Meskipun berwajah lucu dan terkesan kalem, tetapi kodok yang bernama latin Megophrys Nasuta (Malayan Horned Toad) ini ternyata adalah seekor predator berbahaya.

Bayangkan saja, ia memakan seluruh jenis serangga, hingga anak tikus. Bahkan, jenis kodok yang lain juga tidak luput dari keganasan si Sebaidukut ini. Kodok ini bisa ditemukan diseluruh wilayah Rejang Lebong, terutama daerah pinggir sungai atau rawa.

kodok unik

Namun, ada seorang warga Rejang Lebong, Wimmy warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah yang begitu tertarik dengan hewan yang saat ini sudah termasuk hewan langka ini.

Kepada kupasbengkulu.com, Wimmy mengaku, hewan ini menjadi sulit berkembang biak karena memakan anak-anaknya sendiri. Bahkan, untuk memeliharanya, ia ditempatkan terpisah dengan “rekan-rekannya” agar tidak saling membunuh.

“Karena juga memakan katak yang lain, Kodok peliharaan saya ini saya beri nama Behemmoth (Sejenis monster dalam Injil),” ungkap Wimmy.

Di wilayah Rejang Lebong, kodok gendut ini masih sering ditemukan berkeliaran di wilayah Kelurahan Air Bang dan sekitarnya. Wimmy mengaku, ia tidak pernah menemukan hewan ini didaerahlain, terutama yang memiliki suhu lebih panas dari wilayah Rejang Lebong. Hingga saat ini ia sudah mengumpulkan empat ekor kodok Bangkong Bertanduk ini. Seluruhnya ditemukan alam bebas.

Tertarik untuk datang ke Rejang Lebong dan mengitari alam bebas untuk menemukan spesies katak yang unik dan langka ini?.

Penulis : Adi Pratama Irianto, Kabupaten Rejang Lebong.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed