Beranda DAERAH BENGKULU TENGAH M Saleh : Kurang Wajar Miliki PLTA Musi Kekurangan Energi Listrik

M Saleh : Kurang Wajar Miliki PLTA Musi Kekurangan Energi Listrik

0
Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Bengkulu, Moch Saleh saat melakukan reses di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (26/12).
Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Bengkulu, Moch Saleh saat melakukan reses di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (26/12).
Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Bengkulu, Moch Saleh saat melakukan reses di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (26/12).

bengkulu tengah, kupasbengkulu.com- Seringnya pemadaman lampu dari PLN yang dialami masyarakat Provinsi Bengkulu khususnya di Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi perhatian dari anggota DPD RI perwakilan Provinsi Bengkulu, H Mohd Saleh, SH.

(Baca juga: Ini Penyebab Krisis Listrik di Bengkulu…)

“Kurang wajar kalau di daerah ini, sering terjadi pemadaman listrik, karena didaerah ini terdapat PLTA Musi,” ujar Mohd Saleh saat dengar pendapat dengan masyarakat di aula Kantor Camat Taba Penanjung, Jumat (26/12) dalam rangka bersama anggota DPD RI perwakilan Provinsi Bengkulu.

Ditambahkannya, atas kekurangan energi listrik yang dialami masyarakat ini, pihaknya berjanji akan menindaklanjutinya.

“Keluhan masyarakat atas kekurangan energi listrik di lumbung energi listrik ini, nanti akan kami tindaklanjuti,” janji Saleh

Dalam dengar pendapat yang dihadiri Camat Taba Penanjung, Sekcam Taba Penanjung, lurah/kades, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan undangan lainnya. Masyarakat banyak mengeluhkan atas seringnya terjadi pemadaman listrik oleh PLN.

“Dalam sehari, bisa puluhan kali listrik hidup-mati,” ujar Sofyan saat menyampaikan keluhan masyarakat kepada anggota DPD RI

Ditambahkan Kades Tanjung Heran, M Pahit, atas seringnya listrik mati-hidup ini, banyak alat elektronik masyarakat yang rusak.

“Masyarakat yang pekerjaannya, tergantung dengan aliran listrik ini, kerjannya jadi terganggu dan banyak alat elektronik yang rusak,” sampai M Pahit.

Atas keluhan masyarakat ini, Mohd Saleh kembali menegaskan, pihaknya menunggu surat resmi dari masyarakat melalui Camat Penanjung.

“Saya tunggu surat resminya, yang nantinya akan menjadi dasar saya untuk mempertanyakan masalah ini kepada Dirut PLN,” ujar Saleh.(jer)