oleh

Mencium Istri Membatalkan Puasa atau Tidak?

illustrasi, sumber foto: Uin Malang
illustrasi, sumber foto: Uin Malang

kupasbengkulu.com – Ada beberapa hal yang selama ini sempat dianggap membatalkan puasa, ternyata tidak. Ustad H Junaidi Hamsyah, yang juga Gubernur Provinsi Bengkulu membeberkan hal-hal tersebut, antara lain :

1. Menelan air ludah

Banyak orang berpendapat menelan air ludah dapat membatalkan puasa. Namun, hal demikian tidak benar. Begitu dipaparkan oleh Junaidi.
“Menelan air ludah tidak membatalkan puasa, karena pada dasarnya air ludah berasal dari tubuh sendiri,”jelasnya.

2. Melewati Imsak dalam keadaan Junub

Bila melakukan hubungan suami istri dimalam ramadhan, kemudian terbangun pada waktu yang melewati imsak, maka teruslah berpuasa. Junaidi jug memaparkan bahwa yang tidak diperbolehkan dalam keadaan junub adalah melaksanakan shalat.
“Kalau puasa dalam keadaan junub tidak batal, asalkan dengan cepat mandi wajib pagi hari, tentu bertujuan untuk shalat subuh,”lanjut Junaidi.

3. Bercengkrama dan mencium pipi istri.

Hal yang berkaitan dengan kemesraan suami istri, seperti membelai rambut, mengecup kening dan pipi, menggenggam tangan,  dan bercengkrama tidak melulu membatalkan puasa. Asalkan, tidak ada libido atau hasrat yang muncul usai melakukan hal tersebut. Justru kalau semuanya ditinggalkan, bulan ramadhan membuat hubungan suami dan istri menjadi lebih renggang.

4. Gosok gigi

Menggosok gigi juga tidak membatalkan puasa. Malahan, bila tidak menggosok gigi, anda justru “menganiaya” orang lain dengan wangi mulut “khas” anda. Hanya saja, untuk menjaga-jaga hal -hal yang tidak baik, maka jangan gunakan banyak air ketika berkumur dan juga hindari menggunakan odol, Terutama odol yang pakai rasa.
Junaidi juga menernagkan bahwa Nabi Muhammad juga bersiwak (menggosok gigi dengan akar siwak) pada bulan puasa, terutama menjelang shalat.

5. Jenis suntik yang membatalkan dan yang tidak membatalkan puasa.

Beberapa jenis suntikan memang membatalkan puasa, misalnya suntikan vitamin atau infus. Karena, keduanya itu berfungsi sebagai pengganti makanan atau asupan energi dalam tubuh. Namun untuk beberapa jenis suntikan, seperti untuk cek darah, tes kesehatan dan donor darah, termasuk kedalam yang tidak membatalkan puasa. Junaidi memberikan contoh kasus, misalnya dalam bulan puasa, seorang terkena gigitan anjing rabies.
“Dalam keadaan seperti itu, bila ia disuntik dengan anti rabies, maka ia masih bisa meneruskan puasanya, justru sangat berbahaya kalau tidak mendapatkan suntikan,”lanjut Junaidi.

Selain itu, Junaidi juga mengharapkan agar seluruh umat Islam tidak terpecah dengan berbedanya waktu penetapan tanggal 1 Ramadhan. Biasanya, setiap tahun hal itu selalu menjadi dilema. (vai)

Rekomendasi