Minggu, November 27, 2022

“My Craft”, Ada Tanaman Berbunga Uang Logam dan Kertas

Baca selanjutnya

Kerajinan berbahan dasar uang
Kerajinan berbahan dasar uang

kupasbengkulu.com – Perkembangan industri kreatif, terlebih di kota-kota besar, belakangan semakin tak terbendung lagi. Adalah Yelly Hariantie, pemilik industri kreatif ‘My Craft’, yang belakangan namanya mulai dikenal lewat kelihaian tangannya membentuk uang kertas, logam, serta bahan lainnya menjadi souvenir, mahar, serta seserahan pernikahan yang cantik nan menarik.

Berdirinya ‘My Craft’ berawal dari keisengan Yellie merangkaian seserahan untuk pernikahan sang adik di tahun 2011 lalu. Dari situlah kemudian hasil karyanya dilirik para kerabat dan disebarkan dari mulut ke mulut. Waktu itu Yellie masih bekerja sebagai staf di salah satu perusahaan swasta di Kota Bengkulu. Melihat prospek yang menguntungkan ini, akhirnya Yellie memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memilih fokus mengembangkan ‘My Craft’.

Dengan modal awal Rp 800 ribu, dibantu sang suami, Johan Saputra, serta ketiga saudaranya, Yelly mengembangkan bisnis yang tadinya hanya bergerak di bidang pembuatan seserahan pernikahan, kemudian merambah kepada bisnis Wedding Preparation (persiapan pernikahan) lainnya seperti souvenir, mahar, undangan, serta berbagai kotak kado.

Diakui Yelly, dirinya tak memiliki basic dalam bidang ini. Hanya saja Yelly hobi membuat prakarya unik. Dalam mengembangkan bisnisnya, Yelly dan Johan sangat mengutamakan kepuasan pelanggan. Industri kreatif ‘My Craft’ ini diproduksi di kediaman mereka yang beralamat di Jalan Bukit Barisan 3 No. 51 RT.01 Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu.

uang2
“Dari awal kita mengembangkan bisnis ini dengan komitmen mengutamakan kepuasan pelanggan. Bisnis ini berkaitan dengan pernikahan, sesuatu yang diimpikan oleh setiap orang sebagai yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Jadi kita pastikan customer mendapatkan yang terbaik seperti yang mereka harapkan. Kita selalu membuka diri kepada setiap yang datang untuk melakukan saling share atau pun memberikan masukan. Bahkan kita tidak segan membuatkan desain-desain khusus,” cerita alumnus jurusan Teknik Sipil dan Ekonomi ini.

Bahan baku yang digunakan Yelly ‘My Craft’ dipesan dari Pulau Jawa dan beberapa juga import dari Cina. “Karena kan di Bengkulu juga nggak ada bahan bakunya. Jadi beberapa kita pesan dari Pulau Jawa, seperti manik-manik,pita, dan juga uang kuno. Kebetulan kita ada kerjasama langsung dengan kolektor uang kuno. Ini yang membuat terkadang harga sedikit lebih tinggi karena uang kuno juga nggak sembarang orang yang punya,” katanya.

“Ada juga bahan baku yang diimport dari Cina. Bukan tidak mencintai produk lokal. Hanya saja kalau pesan di Cina kita bisa dapat harga lebih murah karena baku baku diproduksi menggunakan mesin. kalau di Indonesia kan kebanyakan masih hand made, memang kualitasnya bagus, hanya saja harganya lebih mahal,” aku Yelly.

Sejak awal, hasil industri kreatif ‘My Craft’ ini dijual secara online melalui akun facebook. Ada ratusan desain souvenir, mahar, dan seserahan yang disediakan ‘My Craft’. Untuk sementara yelly memang belum memiliki outlet khusus bisnis My Craft, namun Yelly berencana untuk mengembangkan bisnis ini ke kabupaten lain di Provinsi Bengkulu.

“Alhamdullilah costumer kita sudah bersebaran dari berbagai daerah di luar Kota Bengkulu, bahkan dari kota lain di Pulau Sumatera, seperti Lampung, Jambi, dan lain sebagainya sudah pernah memesan produk My Craft,” ujar Yelly.

Produk ‘My Craft’ dijual dalam berbagai variasi harga. Untuk souvenir dijual dengan harga Rp 500 hingga Rp 10.000. Sedangkan untuk mahar dan seserahan dijual dengan harga ratusan ribu rupiah, tergantung kelengkapan dan kerumitan dalam pembuatannya.

“Meskipun sebagian besar karya yang dihasilkan menggunakan bahan baku uang kertas dan logam, namun kita sangat menjaga kualitas uang tersebut. Uangnya hanya dilipat-lipat saja, tidak sampai digunting dan menggunakan lem yang tidak merusak uang. Ini agar uangnya tidak rusak dan tetap bisa digunakan,” tuturnya. (val)

Masa Sidang Ke III Legislator Marlesi Jemput Aspirasi Konstituen Dapil II

Kupas News, Bengkulu – Memasuki akhir tahun 2022, seluruh anggota dewan provinsi Bengkulu menjalani masa reses. Dimana menyerap aspirasi dan menindaklanjuti aspirasi merupakan perwujudan...

Pembukaan KBN 2022 di Bengkulu Ditandai Peluncuran Logo dan Maskot

Kupas News, Kota Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) 07 membuka secara resmi kegiatan Kemah Bela Negara Nasional (KBN)...

Polda Bengkulu Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Gempa Cianjur

Kupas News, Kota Bengkulu – Ungkapkan rasa turut berduka cita atas musibah gempa yang menimpa daerah Cianjur Jawa Barat, Personil Polda Bengkulu , Jum’at...

Polisi Tangkap Dua Pelaku Curas yang Beraksi di STQ Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Polsek Selebar berhasil menangkap dua dari tiga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada Senin 21...

Lelang Eselon II, 22 Pendaftar Masuk Tahap Seleksi Administrasi

Kupas News, Kota Bengkulu – Proses lelang jabatan pejabat eselon II Pemkot Bengkulu telah memasuki tahapan seleksi administrasi berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Saat ini...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Terbaru