oleh

Pemerkosa dan Pembunuh Mendiang Yuyun Tak Ikut UN 2016

UN
Rejang Lebong, Kupasbengkulu.com– Dari total 131 pelajar SMP yang tidak ikut Ujian Nasional (UN) pada hari Senin (9/5/2016), dua diantaranya adalah Ni (15) dan Su (16) yang sama-sama sedang tersandung kasus hukum.

Ni adalah pelajar SMP di Kecamatan Sindang Kelingi yang terlibat pembegalan berdarah dan mengakibatkan meninggalnya Defrizal (23), warga Kota Bengkulu. Sementara Su (16) adalah Pelajar SMPN 5 Padang Ulak Tanding (PUT) yang merupakan satu dari 14 pelaku pemerkosa dan pembunuhan terhadap mendiang Yuyun (14) beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Effendi, keduanya tidak di ikutkan dalam UN, karena tidak adanya pengajuan dari orang tua, atau pihak sekolah, agar dapat diikutkan dalam UN tahun ini.

Padahal nama keduanya sudah tercatat dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta UN SMP 2016.

“Tidak ada pengajuan dari orang tuanya, sehingga kita tidak bisa ikutkan keduanya dalam UN tahun ini,” jelas Zakaria.

Informasinya, SMPN Terbuka PUT adalah sekolah dengan siswa yang tidak ikut UN terbanyak. Totalnya 16 calon peserta UN di sekolah tersebut tidak ikut, lantaran DO. Selanjutnya, SMPN Terbuka Curup dengan total 11 pelajar peserta yang tidak ikut UN.

“Sisanya, berasal dari 39 SMP sederajat di Kabupaten Rejang Lebong,” kata Zakaria. (vai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed