oleh

Pemuda Curup Cipta Robot Pintar, Konsepnya Dijual Seharga Rp 110 Juta

wimmy
Wimmy dan beberapa robot hasil karyanya.

kupasbengkulu.com – Tahukah anda, robot yang mampu mengecap rasa, mencium bau hingga mengidentifikasi obat-obatan? Robot tersebut dapat berguna apabila polisi sedang menggeledah penyeludupan obat-obatan.

Robot pintar ini mampu mengidentifikasi, walaupun obat-obatan tersebut disembunyikan oleh pemiliknya. Bisa dikatakan, fungsi robot ini menggantikan tugas anjing terlatih, hanya saja biaya pemeliharaan sebuah robot jauh lebih murah dari pada memelihara seekor anjing pelacak.

Saat ini, salah satu negara yang sedang mengembangkan robot ini adalah Singapura. Nah, tahu tidak bahwa salah satu konsep atau skema dasar pembentukan robot pembantu kepolisian ini ternyata dibeli dari warga Kota Curup.

Ia bernama Wimmy Hartawan, yang saat ini sedang melanjutkan studinya ke jenjang S2 di Yogyakarta. Wimmy yang juga suka memelihara hewan-hewan “unik” dirumahnya, Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah ini menyatakan, saat itu konsep robot ciptaannya tersebut dijual seharga US$ 10.000, atau sekitar Rp 110.000.000.

“Waktu itu, saya menjual konsep algoritma Aritmatika pembentuk karakter robot, bukan fisik robotnya, itu sudah seharga US$ 10.000, yang membeli adalah dari luar negeri, kebetulan robot tersebut berguna untuk kepolisian dan semacamnya,” Wimmy.

Satu hal yang disesalkan Wimmy, Kepolisian Indonesia justru membeli robot yang dapat mempermudah tugas mereka justru dari luar negeri. Padahal, lanjut Wimmy, kualitas buatan anak bangsa masih bisa diadu.

Misalnya, salah satu robot yang sedang dikembangkan oleh Wimmy, yang dibeli oleh negara tetangga, juga bisa dikembangkan menjadi robot penjinak bom. Namun, kepolisian Indonesia memiliki robot penjinak bom yang dibeli dari Israel.

“Polri punya robot penjinak Bom buatan Israel, Sedangkan konsep robot yang aku jual tidak hanya untuk menjinakkan bom, tetapi juga bisa dipakai untuk mendeteksi obat-obatan, tetapi tidak dijual ke Polri, coba kedepannya Polri membeli robot karya anak bangsa, dijamin tidak kalah kualitas,” jelasnya.

Selain itu, karena berasal dari Curup, ia juga berharap warga Curup yang lain bisa mengembangkan kreatifitas dan kemampuan sebisa mungkin. Siapa tahu, kelanjutannya, bila saat ini ada warga Curup yang bisa membuat robot yang dibeli Singapura, kedepannya akan ada warga Curup yang bisa membuat pesawat terbang.(vai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed