Kaur, kupasbengkulu.com – Rencana baik salah satu pelanggan PT NSS cabang Bintuhan Hendra (20) warga Desa Bandar Jaya, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur untuk mengover kreditkan motornya yang nunggak berakhir dengan baku hantam.

Kejadian bermula Hendra yang membeli motor secara kredit dengan pihak PT NSS cabang Bintuhan telah menunggak dan sudah waktunya disita pihak PT NSS. Namun sebelum dikembalikan ke pihak PT NSS ia berniat untuk mengover kreditkan motor jenis Honda Beat yang dibelinya secara kredit kesalah satu warga Desa Tanjung Besar Kecamatan Kaur Selatan Ujang. Dengan cara Ujang hanya mengembalikan DP (uang muka) motor Rp 1.700.000 yang sudah berjalan 14 bulan. Dan keduanya sudah sepakat, rencananya Selasa (24/02/2015) hari ini keduanya akan ke PT NSS untuk menjelaskan bahwa motor akan diover kreditkan dengan Ujang pada Senin (23/02/2015).

Namun dari pihak PT NSS Fenani (27) warga Desa Padang Genting mendatangi rumah Ujang dengan maksud menanyakan motor, dan Hendra pemilik motor juga dijemput dan dibawa ke rumah Ujang untuk menemui Fenani, Hendra pergi dengan Budi Utomo (53) (Bapaknya) namun saat itu Ujang tidak ada di rumah hanya ada isterinya.

Kesalahpahaman terjadi antara Fenani dan Hendra, karena Fenani menginginkan motor dikembalikan ke Dealer, dan Hendra menyayangkan dan menginginkan motor diover kreditkan karena sudah berjalan 14 bulan kredit. Saat itu hadir juga keluarga Hendra dan Fenani.

Dari kesalahpahaman itulah Fenani marah-marah tiba-tiba Budi Utomo Bapak Hendra dipukul oleh pihak keluarga Fenani di bagian kepala yakni pelipis mata dan sabitan pisau di bahunya, akibat kejadian tersebut Budi Utomo dilarikan ke Rumah Sakit Cahaya Batin Kaur. Dan terjadilah perkelahian antara kedua kubu yang bersangkutan. Kejadian diperkirakan pukul 11.00 Senin (23/02/2015).

Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto,S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Mega Rahmawan,Sp mengatakan pihaknya mendapat laporan dari warga dan langsung meluncur ke TKP saat kejadian pada pukul 11.00 Senin (23/02/2015) dan kasus ini telah ditangani dan saat ini sedang dalam penyidikan.

“Kasus ini sudah kita tangani, dan sedang dalam proses pengembangan. Dan kita juga sudah mengamankan beberapa barang bukti yakni batu dan sebilah pisau yang digunakan untuk berkelahi,” pungkas Kasat Reskrim AKP Ahmad Mega Rahmawan,Sp.

Dikatakannya selain Budi Utomo, korban luka lainnya dari pihak keluarga Hendra yakni Tas (30) bersama saudaranya dengan luka pelipis mata, kepala dan kening akibat benda tumpul. (mty)