Jumat, Desember 2, 2022

Program Inklusi PKBI Bengkulu Penuhi Hak Anak dan Perempuan

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bengkulu terus melakukan pemenuhan hak atas anak dan perempuan yang berhadapan dengan hukum melalui program inklusi.

Koordinator Program Inklusi PKBI Provinsi Bengkulu, Sakti Oktaviani mengatakan, pemerintah memasukkan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dalam kategori anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

Dirinya menyebut berdasarkan data Sakti Peksos Provinsi Bengkulu, Selama 5 tahun terakhir terdapat 1111 kasus anak yang berhadapan dengan hukum terjadi di Provinsi Bengkulu. Sedangkan jumlah kumulatif anak yang menjalani pidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bengkulu di tahun 2021 berjumlah 325 anak.

“Berdasarkan data kasus selama 5 tahun terakhir yakni, pada 2016 hingga 2020 terdapat 1111 kasus anak yang berhadapan dengan hukum terjadi di Provinsi Bengkulu,” ujar Oktaviani usai konferensi pers dan diskusi bersama wartawan, Jum’at (22/7).

LPKA Bengkulu sendiri katanya, baru terpisah dari Lapas dan memiliki gedung sendiri baru pada tahun 2020. Umumnya anak di LPKA berasal dari keluarga miskin, dan seringkali tidak mendapat dukungan bantuan hukum.

“Dampak dari peminggiran ABH adalah keterbatasan akses layanan dasar yang dibutuhkan, seperti pendidikan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak,” ungkap Oktaviani.

Dijelaskannya, anak yang berhadapan dengan hukum baik itu anak pelaku maupun anak korban seringkali harus berhenti dari sekolah karena stigma yang masih kental dari masyarakat, hal ini membuat anak-anak menghadapi resiko sangat tinggi untuk dikucilkan atau ditolak oleh masyarakat.

Tidak itu saja, ia juga menyampaikan akses ke layanan kesehatan sangat terbatas, sulit mengakses obat-obatan. Pelayanan reintegrasi sosial tidak memadai yang berakibat, sebagian anak kesulitan beradaptasi ketika bebas dari hukuman.

“Sedangkan bagi anak korban (khusus perempuan) masih rendahnya akses layanan dasar yang dibutuhkan seperti layanan bantuan hukum: kesehatan reproduksi, psikososial dan ruang aman bagi penyintas,” jelas Oktaviani.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam situasi Pandemi, ABH sangat rentan terpapar Covid 19 karena mereka berada di satu ruang yang tingkat kepadatannya melebihi ketentuan Social Distancing yang ditetapkan oleh pemerintah. Dukungan dari pihak keluarga terbatas karena tingkat kunjungan dihilangkan pada situasi pandemi yang berakibat pada menurunnya tingkat kepercayaan diri pada ABH.

Untuk itu, PKBI Bengkulu akan bekerjasama dengan Multipihak mengembangkan potensi diri melalui pendidikan dan keterampilan minat bakat untuk memastikan ABH memiliki kepercayaan diri saat kembali ke keluarga dan masyarakat.

Selain Anak Berhadapan dengan Hukum, PKBI Bengkulu juga akan menjangkau perempuan yang menjalani pidana yang terdapat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Bengkulu. LPP Bengkulu beroperasi sejak tahun 2018 dengan kapasitas daya tampung 110 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Selama ini pembinaan yang dilakukan oleh LPP Bengkulu meliputi pembinaan fisik, metal, rohani dan kemandirian. Terkait kemandirian LPP Bengkulu sudah bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Disnakertrans Bengkulu untuk keterampilan menjahit.” terang Oktaviani.

Dirinya mengatakan, Satu-satunya yang hilang dari pemidanaan adalah kemerdekaan bergerak, sedangkan hak lainnya tetap melekat. Saat perempuan yang telah menjadi ibu menjalani pidana penjara, perannya sebagai pengasuh, pendidik dan pendamping bagi anaknya seringkali tidak dapat tergantikan.

Oktaviani juga menyampaikan salah satu misi pemerintah adalah membangun SDM yang unggul, lalu bagaimana membangun anak-anak yang unggul yang ibunya sedang menjalani pidana di dalam Lapas.

“Tahun 2020 ada 11.025 orang yang berstatus tahanan/narapidana perempuan dewasa (smsiap.ditjendpas.go.id), dimana 6195 memiliki anak 0-18 tahun. Terbatasnya akses untuk koneksitas (mendekatkan ibu dan anak) menjadi kendala dalam pengasuhan anak,” sampainya.

Selain itu rendahnya pengetahuan dan kapasitas pegawai melakukan pembinaan terkait pengasuhan, serta minimnya dukungan pihak terkait, menjadi tantangan dalam upaya pemenuhan hak pengasuhan bagi tahanan/narapidana perempuan terhadap anak.

Tentang PKBI Provinsi Bengkulu

PKBI Bengkulu memiliki youth center sebagai pusat kegiatan remaja sehingga melalui program ini akan memberikan manfaat kelompok dampingan dengan model dukungan sebaya bagi ABH. Selain itu juga memiliki relawan yang kompeten dalam pendampingan dan advokasi untuk pemenuhan hak dan pengasuhan bagi perempuan yang menjalani pidana di LPP Bengkulu.

Sejak tahun 2019, PKBI Bengkulu telah terakreditasi sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pada tahun 2021, PKBI Bengkulu mendapatkan penghargaan dari Walikota Bengkulu atas dedikasinya dalam mendukung pemenuhan hak anak.

Selain itu dalam upaya pemenuhan hak ABH, PKBI Bengkulu telah memiliki dukungan kebijakan berupa SK Gubernur tentang Forum Komunikasi Penanganan ABH di Provinsi Bengkulu. Di tingkat Kota Bengkulu, terdapat SK Walikota Bengkulu tentang Satuan Tugas Penanganan ABH di Kota Bengkulu.

Ada juga kebijakan dari Kepala LPKA Bengkulu berupa SK Kepala LPKA Klas II Bengkulu tentang Pembentukan Forum Anak Berhadapan dengan Hukum.

Dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, provinsi Bengkulu dan kota Bengkulu juga telah memiliki UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak. PKBI Bengkulu dalam menjalankan program ini akan berkontribusi dalam berbagai program dan kebijakan pembangunan pemerintah.

Editor: Alfridho Ade Permana

JMSI Tetapkan Tiga Pemenang Lomba Video Pendek Wisata Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu berkerjasama dengan BDF Creator menggelar lomba video pendek dalam rangka menyemarakan HUT Provinsi...

LIRA Bengkulu Surati Komisi I Panggil Manajemen PT. Pamor Ganda

Kupas News, Kota Bengkulu  – PT. Pamor Ganda hingga saat ini belum merealisasikan 6 poin kesepakatan atas pemenuhan tuntutan 3 desa penyangga. Kesepakatan ini...

Dua Pengedar Ganja Asal Kota Bengkulu Diringkus Polisi

Kupas News, Kota Bengkulu – Subdit I ditresnarkoba polda Bengkulu berhasil meringkus dua orang pengedar narkoba jenis ganja dengan barang bukti 10 paket ganja...

Petugas Damkar Berhasil Jinakan Api yang Melahap Tiga Ruko di Tanah Patah

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di Tanah Patah Kota Bengkulu, Kamis, 1 Desember 2022, Foto: Dok/Irfan Arief Kupas News, Kota Bengkulu - Peristiwa kebakaran...

Modus Politik Uang Melalui Dompet Digital pada Pemilu 2024

Oleh : Elfahmi Lubis* Ditengah persiapan teknis menyongsong pelaksanaan Pemilu 2024, berbagai potensi kerawanan tengah diidentifikasi. Dengan harapan berbagai bentuk kecurangan pada Pemilu sebelumnya bisa...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Terbaru