oleh

Putih dan Besar, Menteri Pertanian Kepincut Terung Jupe

2

bengkulu, kupasbengkulu.com – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat kunjungannya ke Provinsi Bengkulu kepincut atau tertarik dengan salah satu varietas unggulan Provinsi Bengkulu yaitu Terung Jupe. Untuk itu ia meminta kepada pemerintah di kabupaten/ kota maupun provinsi untuk segera mendaftarkan produk atau hasil alam khas ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

Karena menurut Menteri, produk yang sudah mempunyai sertifikat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Saya kalau bawa formulirnya, saya tanda tangani sekarang. Sayang saja saya tidak bawa. Registrasi ini penting, kita ingin semua produk hasil alam kita punya sertifikat,” kata Andi saat kunjungannya ke Bengkulu, Selasa (03/03/2015).

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah mengungkapkan Provinsi Bengkulu semakin banyak memiliki varietas unggul yang tengah dikembangkan.

Selain jeruk gerga, yang saat ini sedang digandrungi masyarakat adalah ‘Terung Jupe’. Warnanya putih dan ukurannya sangat besar, kira-kira sepaha orang dewasa.

Sayangnya varietas ini belum memiliki izin resmi, sehingga oleh pengembang dan masyarakat sekitar menamainya ‘Terung Jupe’.

“Percuma hasil perkebunan dan pertanian kita bagus kalau tidak diregistrasi. Sertifikat atau izin dapat meningkatkan nilai jual produk. Di Bengkulu sendiri sekarang ada yang namanya ‘Terung Jupe’ yang saat ini sedang dicoba untuk dikembangkan. Ini salah satu hasil program pemanfaatan lahan pekarangan di Kabupaten Seluma,” terang Junaidi.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Evarini, membenarkan bahwa masyarakat di Kabupaten Seluma sedang mencoba mengembangkan ‘Terung Jupe’.

Menurutnya, kalau terung ini memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat, maka ‘Terung Jupe’ akan dikembangkan di daerah lain.

“Saya belum dengar terung ini ada sertifikatnya karena yang mengeluarkan BPSB. Apabila sudah keluar izinnya, maka itu sudah resmi. Selama ini dinamai ‘Terung Jupe’ karena bentuknya yang menarik masyarakat sekitar. Kita masih coba melihat asal usulnya, karena ini juga hasil temuan masyarakat Seluma dari program pemanfaatan lahan pekarangan,” tandasnya.(val/kominfonews)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one × three =

News Feed