Beranda PENDIDIKAN PWN Diserbu Pedagang Souvenir dari Luar, Kemana Pedagang Bengkulu?

PWN Diserbu Pedagang Souvenir dari Luar, Kemana Pedagang Bengkulu?

0
Eko, pedagang souvenir terbuat dari bambu yang memanfaatkan kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) XII di IAIN Bengkulu. (Foto : Safrianto)
Eko, pedagang souvenir terbuat dari bambu yang memanfaatkan kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) XII di IAIN Bengkulu. (Foto : Safrianto)
Eko, pedagang souvenir terbuat dari bambu yang memanfaatkan kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) XII di IAIN Bengkulu. (Foto : Safrianto)

kupasbengkulu.com – Kegiatan nasional Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) di Bumi Perkemahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, Kamis (14/05/2014), justru dimanfaatkan pedagang souvenir dari luar Provinsi Bengkulu. Bahkan, pedagang dari luar Provinsi Bengkulu ini telah mempersiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan nasional di Kota Bengkulu ini.

Pantauan kupasbengkulu.com, belum terlihat pedagang souvenir khas Bengkulu di lokasi Pasar Rakyat Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) di Provinsi Bengkulu.

Seperti yang diungkapkan, Eko (31), pedagang souvenir yang tak mau menyia-nyiakan peluang bisnisnya di acara Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) di Bumi Perkemahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu (14/5/2014).

Ia rela jauh-jauh datang dari Bandung untuk menjual souvenir hasil kerajinan tangan yang dibuatnya sendiri.

“Hasil kerajinan tangan ini saya produksi sendiri di Bandung, saya distribusikan, dan saya jual sendiri,” ungkapnya.

Souvenir yang ditawarkan didominasi oleh kerajinan tangan berbahan bambu. Pembeli bisa memilih kerajinan tangan bertemakan PWN, ada yang berbentuk bros, gelang, gantungan kunci, dan lain-lain.

Ada juga beberapa jenis souvenir yang masih kosong tanpa tema atau tulisan. Souvenir kosong ini akan ditambahkan tulisan seperti nama, logo, merek, dan lain-lain, sesuai pesanan. Pembeli hanya menunggu 2-3 menit untuk menunggu penjual menyelesaikan ukiran atau tulisan yang diinginkan.

“Harga souvenir yang kami tawarkan rata-rata Rp 5 ribu per satuan. Bagi yang membeli dalam jumlah banyak (paket) harga kami potong hingga 15 persen,” jelasnya.

Menurutnya, peluang bisnis souvenir di acara PWN ini sangatlah besar. Berkaca dari pengalaman-pengalaman berjualan di acara PWN sebelumnya, omset yang diperoleh per hari bisa mencapai satu juta rupiah.

“Saya melihat ada peluang yang sangat bagus di sini. Berdasarkan pengalaman saya, peminat dari souvenir-souvenir seperti ini kebanyakan dari pelajar dan mahasiswa. Dan kebetulan ribuan mereka sedang berkumpul di sini dalam kegiatan perkemahan,” tambahnya.

Pedagang souvenir yang sering keliling Indonesia ini rencananya akan berjualan setiap hari di lokasi Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) IAIN Bengkulu hingga kegiatan PWN usai pada tanggal 20 Mei 2014.(cr2)