oleh

Remaja Berdarah Minang Ini Jadi Kapten Real Madrid

Muhammad Daffa Imran (kiri). foto / istimewa
Muhammad Daffa Imran (kiri). foto / istimewa

olahraga, kupasbengkulu.com- Kemampuan anak-anak Indonesia dalam mengolah si kulit bundar tampaknya mulai diakui tim-tim besar di Eropa. Salah satunya dibuktikan dengan pemain berdarah minang Muhammad Daffa Imran, yang saat ini menyandang ban kapten di Real Madrid U-15.

Pelatih Real Madrid U-15 Carlos Corral Martin mengatakan Daffa yang juga jebolan Imran Soccer Academy (ISA) memiliki skill teknis mumpuni sebagai pemain inti.

Kata dia, Daffa juga mempunyai kelebihan non teknis dibanding teman seangkatannya. Dia menguasai beberapa bahasa, Spanyol, Inggris dan Belanda.

Pemuda kelahiran 18 Agustus 1999, merupakan anak ketiga dari pasangan Zuchli Imran Putra dan Nurhaidah yang berdomisili di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Selain disematkan ban kapten di lengannya, siswa kelas X SMA Negeri 8 Kota Bekasi dia adalah anak Indonesia pertama yang ditunjuk sebagai kapten di Tim Akademi Real Madrid U-15.

Pemain kelahiran 18 Agustus 1999 ini mengenal dunia sepakbola sejak usia 10 tahun dan telah menjalani proses yang sangat panjang hingga bisa seperti sekarang, bahkan sampai dipercaya menjadi kapten Tim. Putra ketiga dari pasangan bapak Zuchi Imran dan Nurhaidah ini pernah berlatih di SSB MBSS yang dilatih oleh M Nur Inyong. Kemudian ia juga sempat berlatih di ISA (Imran Soccer Academy) pada 1 Januari 2012.

Latihan yang ia jalani selama di akademi ternyata membuat skil olah bolanya semakin terasah, bahkan Daffa pernah memperkuat Timnas Indonesia U-13 diajang Yamaha cup di Thailand pada tahun 2011 dan kala itu ia berhasil membawa Timnas U-13 menjadi runner up. Selain itu, ia juga pernah membawa ISA yaitu akademi dimana tempat ia belajar bola menjadi peringkat kedua diajang Kanga Cup Australia.

Tak hanya sampai disitu, ia juga ia juga ikut memperkuat tim asal Indonesia yang berlaga di final pada ajang Danone Cup 2011 di stadion Santiago Barnebeu, madrid. Pada saat itu ia sempat terpilih dalam ajang pencarian bakat Club de meteeoor Amsterdam Belanda pada 2013. Nah, setelah menjalani proses yang panjang akhirnya bakat Daffa mulai memikat klub asal spanyol yaitu Real Madrid.

Awalnya pada tahun 2014 dimana ia ikut membela ISA di sebuah turnamen di Spanyol dan kemudian berlanjut hingga ia mengikuti seleksi di Real Madrid. Setelah lolos seleksi akhirnya satu tahun kemudian Daffa dipercaya menyandang ban kapten Real madrid U-15.

“Ketika itu mau bertanding pemain yang biasa jadi kapten sedang cedera. Tanpa disangka saya yang dipilih pelatih untuk menggantikannya. Sampai pemain itu sudah pulih, saya tetap dipercaya sebagai kapten,” kata Daffa berposisi sebagai gelandang bertahan itu.

Selama berada di Madrid, anak yang mempunyai darah minang ini terbiasa hidup mandiri karena memang jauh dari orang tua, Walaupun demikian ia tetap semangat dan pantang menyerah untuk terus menggapai cita-cita agar bisa menjadi pemain profesional.

“Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan di sini demi semua yang saya impikan. Paling utama tentu restu orangtua dan dukungan orangtua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” tegas pemain sudah menguasai lima bahasa asing ini.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dirinya telah 3 kali di minta untuk memperkuat tim Real Madrid U-17. “Kalau kata pelatih saya diminta untuk lebih memperkuat tim. Saat ini baik tim U-17 dan U-15 sedang berada di peringkat pertama,” jelasnya.

Walaupun dirinya kini tengah merintis karir di Eropa tetapi ia mengatakan bahwa suatu saat nanti bisa memperkuat Timnas Indonesia. “Itu adalah cita-cita saya bisa membela timnas,” tegasnya.(**)

sumber : dream.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eleven − four =

News Feed