oleh

Rieke Diah Pitaloka: Wartawan Bukan Kuli Tinta Tapi Pewarta Pejuang

Politisi PDI Perjuangan , Rieke Diah Pitaloka.
Politisi PDI Perjuangan , Rieke Diah Pitaloka.

kupasbengkulu.com- Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rieke Diah Pitaloka, memandang kolaborasi politisi dengan wartawan untuk kepentingan masyarakat mutlak dilakukan. Hal ini dikemukakannya di salah satu workshop jurnalisme dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Bengkulu.

“Sehingga saya menyebut wartawan dengan pewarta berita bukannya kuli tinta. Kalau kuli ya kuli, kerjanya tergantung order. Tapi disini adanya kerja sama saling menguntungkan,” tegas Rieke.

Dijelaskannya, salah satu contoh kolaborasi yang dilakukan dengan pewarta pejuang ini, saat memperjuangkan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

“Pada awalnya nggak ada yang percaya undang-undang ini bisa berhasil. Nggak ada yang percaya juga ketika kita membuat gerakan di luar parlemen, tanpa adanya basis massa, seperti buruh, tani dan nelayan. Tapi yang paling unik adalah bersentuhan, kolaborasi, perjuangan dengan rekan-rekan media,” ungkap anggota Komisi IX DPR RI ini.

Dalam kolaborasi ini, ketika rekan-rekan media menyadari bahwa ini bukan perjuangan untuk perseorangan tapi untuk kebutuhan bersama. Termasuk rekan-rekan media yang tidak ada jaminan apapun dalam bekerja.

“Mereka betul-betul merasa ini lho perjuangan kita, apa yang diperjuangkan bukan untuk seorang Rieke Diah Pitaloka, tapi untuk teman-teman media juga,” tambahnya.

Ternyata, kata Rieke, di tengah perjuangan tersebut, tiba-tiba Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengeluarkan Perpres Nomor 105 dan 106 tahun 2013, yang menjadi jaminan pejabat negara untuk berobat ke luar negeri.

“Lagi-lagi, berkat kerja sama dengan teman-teman media, akhirnya Perpres itu dicabut. Kalau pejabat mau ditanggung oleh negara jika berobat harus rela ngantri di Puskesmas,” tandasnya.(coy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed