oleh

Rumah Warga Dusun Surau Ludes di Lalap Si Jago Merah

kebakaran ok
Salah satu rumah di Dusun Surau Ludes terbakar

kupasbengkulu.com – Saat semua umat muslim di Seluruh dunia tengah bersuka cita menyambut Hari Raya Idul Adha 1435 H, hal berbeda justru dirasakan oleh keluarga Dulita (42) dan keluarga Repi (25) yang tengah berduka pasca kebakaran yang menimpa rumah mereka, Sabtu (4/10/2014) sekitar pukul 02.16 WIB di Desa Surau Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Saat ditemui kupasbengkulu.com Dulita dan keluarga saat ini tengah mengungsi di rumah kerabat mereka yang berada disamping rumah nahasnya. Sedangkan Repi yang juga merupakan anak Dulita tengah menatap nanar rumahnya yang telah menjadi arang dan abu. Anak dan istri Repi kini diungsikan ke rumah mertuanya.

Data terhimpun, api pertama kali terlihat di rumah Repi yang letaknya hanya satu meter dari rumah orangtuanya Dulita. Repi juga merupakan orang pertama yang menyadari adanya kobaran si jago merah. Ia kemudian langsung membangunkan anak dan istrinya. Spontan mereka sekeluarga langsung berteriak meminta pertolongan.

“Saya terbangun karena merasa panas dan banyak asap. Kemudian kami lari keluar dan teriak kebakaran tolong… kebakaran..,” kata Repi, kepada kupasbengkulu.com sabtu (4/10/2014).
Sontak teriakan ini memecahkan kesunyian malam dan menggegerkan Desa Surau.

Api begitu cepat melahap rumah keluarga Repi yang terbuat dari papan, serta langsung pula menyambar rumah orang tuanya. Beruntung keluarga Dulita cepat pula terbangun oleh teriakan panik Repi. Sehingga tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kobaran api telah menghabiskan rumah Repi dan membuat rumah Dulita mengalami kerusakan hingga 75 persen. Seluruh kaca rumah pecah, kayu penyanggah atap telah menjadi arang. Seluruh dinding menghitan dan retak di sana sini.Mereka hanya bisa menyelamatkan satu motor butut dan satu almari. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 04:00 wib atau dua jam kemudian, dengan bantuan warga Desa secara swadaya.

“Semuanya habis, baju hanya yang tinggal di badan. Beras yang baru ditumbuk dan belum sempat kami cicipi juga habis. Padi juga tak bisa diselamatkan. Tapi masih bersyukur keluarga saya dan keluarga anak semuanya selamat” ujar Dulita.

Akibat kejadian ini total kerugian yang dialami keluarga ini mencapai Rp 150 juta.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP. Ahmad Tarmizi melalui Kapolsek Taba Penanjung Iptu Risdianta ditemui terpisah menyatakan, keluarga korban dan warga sekitar telah diberi peringatan untuk tidak masuk ke dalam rumah milik Dulita karena kondisi atap yang bisa ambruk kapan saja.

“Kita sudah pasang police line langsung setelah kejadian, dan memperingati supaya jangan dulu masuk untuk menghindari bahaya. Soalnya atapnya itu sudah nyaris ambruk,” demikian Risdianta.(qef)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed