oleh

Safari Ramadhan, Masyarakat Antusias Ingin Dengar Ceramah Gubernur

Tampak Para Jemaah Masjid Mutaqqien, Desa Kuro Tidur, Kabupaten Bengkulu Utara, sedang mengikuti ceramah Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah.
Tampak Para Jemaah Masjid Mutaqqien, Desa Kuro Tidur, Kabupaten Bengkulu Utara, sedang mengikuti ceramah Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah.

kupasbengkulu.com – Dalam Safari Ramadhan yang dihadiri Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, Sabtu (19/07/2014) malam, Masjid Al-Muttaqin Desa Kuro Tidur Kabupaten Bengkulu Utara tampak membludak. Kedatangan Junaidi yang sekaligus mengisi ceramah tarawih di masjid tersebut disambut ratusan masyarakat yang sudah menunggunya sejak lama.

Disebutkan imam masjid Al-Muttaqin,Sarkawi, masyarakat desa tersebut memang sangat antusias menanti kedatangan gubernur. Pasalnya tak pernah sebelumnya Gubernur Bengkulu pernah mampir di masjid tersebut.

“Masyarakat memang sangat antusias ketika mendengar kabar bahwa pak gubernur mau ceramah di masjid ini. Makanya hari ini masjid kita membludak, sampai-sampai banyak masyarakat yang tidak kebagian sholat di dalam masjid. Apalagi pak gubernur ini kan suku Rejang, sama dengan mayoritas masyarakat di sini,” ungkap Sarkawi.

Dalam kesempatan tersebut, Junaidi didampingi istri, Hj. Honiarty, Kakan Satpol PP, Atisar Sulaiman, Inspektur Inspektorat Provinsi Bengkulu, Fauzi, serta Plt. Kadis Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, Anwar Yasin.

Dalam ceramah yang dibawakannya, Junaidi memilih menggunakan bahasa Rejang agar lebih dimengerti masyarakat. Dirinya menyampaikan bahwa puasa itu menyehatkan sehingga jangan sampai pemeluk agama islam tak melaksanakan puasa.

“Puasa itu sesungguhnya menyehatkan. Jangan gara-gara takut sakit malah tidak berpuasa. Belum pernah saya mendengar ada orang yang meninggal akibat melaksanakan ibadah puasa,” jelas Junaidi.

Junaidi juga mengingatkan akan pentingnya melaksanakan sembahyang. Menurutnya hidup ini akan indah apabila disyukuri dengan sembahyang terlebih di saat datangnya bulan suci Ramadhan.

“Sholatlah selagi kita masih diberikan kesempatan. Hidup ini terasa nikmat apabila kita mensyukuri lewat sholat. Lebih baik jika kita melaksanakannya secara berjamaah di dalam masjid. Jamaah juga sebaiknya tidak mengaktifkan handphone selama ibadah. Saya lihat jamaah kurang khusyuk kalau ada handphone di dekatnya. Tangannya, matanya, perasaannya seperti gelisah kalau handphone mulai bergetar, sehingga tidak perlu lah kita aktifkan dulu selama ibadah,” lanjutnya.

“Di bulan suci ini mari kita sama-sama saling menjaga agama kita, kerukunan kita, dan menjadi umat yang saling mengingatkan,” pungkasnya.(val)

dishubkominfo (1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fourteen − twelve =

News Feed