oleh

Sawit, Karet, dan Kopi Bengkulu Siap Bersaing di AEC 2015

Azhar Achlusyani, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu
Azhar Achlusyani, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu

kupasbengkulu.com – Azhar Achlusyani, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu menyebutkan ada beberapa komoditi asli Provinsi Bengkulu yang diyakini layak bersaing di Asean Economy Comunity (AEC) yang akan dibuka pada tahun 2015 mendatang.

Beberapa komoditi tersebut antara lain sawit, karet, serta kopi yang memiliki mutu yang diakui oleh daerah luar. Namun sangat disayangkan ketiga komoditi tersebut diekspor dalam bentuk bahan mentah. Kalau saja Provinsi Bengkulu mampu mengolahnya langsung sebagai barang jadi, tentunya akan memberikan nilai tambah atau income yang lebih untuk pertumbuhan ekonomi Bengkulu.

“Siap atau tidak, AEC 2015 harus kita hadapi, namun kita bisa memandang ini sebagai sebuah peluang, tidak hanya tantangan,” ungkap Azhar.

AEC 2015 membuka kesempatan bagi barang-barang Bengkulu untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Tantangan menjadi lebih kuat manakala konsekuensi dari AEC ini mengakibatkan barang bahkan jasa dari seluruh negara Asean bebas masuk ke Bengkulu.

Sawit, karet, dan kopi merupakan komoditi yang memiliki lahan cukup luas di Provinsi Bengkulu, sehingga yang harus dilakukan adalah mempertahankan kualitas dan memperkuat produksi yang sudah ada sambil meningkatkan tahapan produksi. Kalau selama ini sawit yang mampu diproduksi Bengkulu hanya sebatas CPO (Crude Palm Oil), maka untuk ke depan harus mampu diproduksi menjadi barang jadi, seperti misalnya minyak goreng.

Demikian halnya dengan kopi, jika selama ini kita hanya mampu mengekspor biji kopi, maka untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dari AEC ini kita harus mampu memproduksi kopi menjadi bahan olahan lain yang siap digunakan. Sehingga jika hal tersebut dilakukan, Bengkulu akan memperoleh keuntungan yang lebih besar karena tidak terbeban oleh biaya produksi yang tinggi di tempat lain.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan seluruh lapisan masyarakat. Bagi yang punya kemampuan di bidang produksi, bisa melakukan ekspor barang. Begitu pula pada jasa sebisa mungkin mendatangkan turis asing sebanyak-banyaknya ke Bengkulu,” jelas Azhar.

Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu diharapkan mampu mengembangkan ekonomi kreatif yang merupakan ciri khas Bengkulu. Pengembangan pariwisata juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Sembilan negara Asean lainnya tentu akan lebih tertarik mengenal budaya dan pariwisata negara lain yang tidak bisa mereka dapatkan di negara asalnya.

Kalau Bengkulu mengikuti jejak negara lain untuk mengembangkan teknologi, lanjut dia, tentu untuk saat ini Bengkulu jauh tertinggal dari negara-negara Asean lainnya, bahkan dari Provinsi lainnya di Indonesia.

“Kita harus kembangkan apa yang sudah kita miliki dan menjadikan itu sebagai ciri khas yang memperkuat kedudukan Bengkulu,” tambahnya.

“Kalau kita fokus dalam pengembangan tersebut, tentunya akan ‘menggerek’ banyak industri rumahan, kecil, dan menengah untuk lebih maju dalam usaha mereka,” tandas Azhar.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

15 − 5 =

News Feed