oleh

Sejarah Desa Minggir Sari dan PT Way Sebayur (I)

Seluma, kupasbengkulu.com – Trans Minggir Sari Dusun IV Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, merupakan desa yang berbatasan langsung dengan perusahaan perkebunan PT Way Sebayur.

Menurut Tokoh Masyarakat Desa Pagar Agung, Kecamatan Seluma Barat, Abdul Hanan Dusun Minggir Sari dulunya berada di rawa sehingga meminta kebijakan kepada pihak perusahaan untuk menumpang di lokasi perkebunan eks Way Sebayur.

“Sekitar tahun 1986/1987 perusahaan Way Sebayur mulai membuka lahan di tahun 1997/1998 baru ada warga Minggir Sari, dulunya ada 7 pondok warga Minggir Sari mereka mengeluh kalau hujan kebanjiran dan kalau panas kebakaran karena berada di tengah-tengah rawa. Di zaman itu PT Way sebayur dipimpin oleh Pak Budi, nah karena Pak Budi berasal dari Jawa warga Minggir Sari juga dari Jawa makanya diizinkan oleh Pak Budi pada Waktu itu,” cerita Abdul Hanan di kediamannya belum lama ini.

Selanjutnya, beber Abdul, pihak perusahaan mengajak kerja sama dengan warga Minggir Sari dengan catatan mengurus perkebunan tersebut.

“Waktu itu zaman kepala Desa Tumbuan Pak Adiman, warga Minggir Sari diminta membantu menanam bibit sawit di lokasi perkebunan yang menjadi tempat tinggal warga Minggir Sari. Karena kerja sama yang cukup bagus akhirnya pihak perusahaan membangun masjid di lokasi tersebut, selanjutnya Minggir Sari diangkat menjadi Dusun IV Desa Tumbuan,” bebernya.(Bersambung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seventeen − 15 =

News Feed