oleh

Seribu Pintu Hancurnya Rumah Tangga ” Al Hananah”

wanita muslim

TAUSIAH UJH, kupasbengkulu.com – Ini tipe yang ketiga. Sebelumnya kita sudah bahas Al Ananah dan Al Mananah. Al Hananah adalah wanita yang suka menceritakan dan membanggakan orang di masa lalu.

Semua orang punya masa lalu. Laki-laki maupun perempuan. Masa lalu adalah masa yang tidak mungkin terulang kembali. Masa lalu yang hitam kelam atau masa lalu yang indah dan menyenangkan adalah sejarah dan kenangan. Semuanya jadi pengalaman.

Kadang terjalin hubungan dengan orang baik, santun dan bersahaja. Ternyata gak berjodoh sama kita. Ada kalanya ketemu dengan orang yang sadis, kejam, orang tua sudah kehabisan akal agar kita jangan sampai berumah tangga dengan dia tapi kita cinta setengah mati.

Seolah gak usah hidup kalau gak sama dia. Gak ada artinya hidup kalau tanpa sama dia.

Tatkala ketemu susah. Lalu isteri membanding-bandingkan dengan kakaknya atau mantan pacarnya. Saat susah isteri justru sibuk cerita kemana-mana. Suami manapun gak ada yang bisa terima perlakuan dan sifat isteri yang demikian.

Wajar Imam Al Ghazali berpesan agar jangan dinikahi wanita type demikian. Sebab bukan memberi jalan keluar saat rumah tangga konflik, ekonomi lagi sulit, masalah lagi menumpuk. Malah justru membuka peluang masalah baru.

Wahai para isteri. Jodoh, maut, balak dan rezeki Tuhan yang tentukan. Sebab, boleh jadi dari luar kita pandang orang yg dulu kita cintai sukses. Namun siapa tau dalam rumah tangganya tidak menemukan kebahagian. Boleh jadi, kalau menikah dengan kita.

Justru kita semakin menderita. Buat apa membandingkan suami kita dengan orang lain. Untuk apa memceritakan aib rumah tangga kita kepada orang lain. Rumah tangga kita, kita yang mengaturnya.

Mau bahagia atau susah, mau tenang, adem, ayem, tenterem atau mau perang tiap hari. Kita juga aktor aktrisnya, jangan mengatur Tuhan. Tapi ikuti aturan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan salah menentukan jodoh kita.

Hanya kita saja yang tidak mensyukuri atas segala pemberiannya. Ingat. Firman-Nya. Al Hujarat ayat 11

laa yaskhar qaumun min qaumin ‘asaa ayyakunu khoiran min hum...=>janganlah suatu kaum menganggap rendah kaum (yang lain) bisa jadi mereka (kaum yang diejek)lebih baik dari mereka”.

Itu pernyataan Allah. Harus kita yakini. Semua orang ada sisi baik dan buruknya. Binalah rumah tangga dengan dasar agama yang kuat, kokoh dan sabarlah atas semua ujian serta cobaan.

Bersyukurlah, Allah sudah memberikan segalanya buat kita. Bila kurang. Bukan krn kekurangan suami atau isteri. Tapi kekurangan kita yg tidak pernah merasa cukup dengan segala yang telah DIA beri. Jauhi sifat Al Hananah. Kenali type wanita yang akan menjadi ibu dari anak3 kita. Jangan menikah dengan wanita type Al Hananah.(**)
Salam UJH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed