oleh

Solar Subsidi Dibatasi, Beralih ke Pertamina Dex

Foto SPBU

kupasbengkulu.com – Pembatasan waktu penjualan solar subsidi merupakan upaya penghematan solar subsidi. Namun ia tidak menampik apabila akan ada peralihan dari Solar Subsidi ke Pertamina Dex. Namun peralihan tersebut dilakukan secara bertahap karena masih tersedianya solar subsidi maupun solar non-subsidi.

Hal ini dikemukakan Sales Executive Retail Fuel Marketing Wilayah VI Pertamina Bengkulu, Sigit Wicaksono HP.

Pertamina Dex, jelas dia, merupakan jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) produksi Pertamina untuk kendaraaan bermotor dengan mesin diesel. Pertamina Dex sama seperti Pertamax dan Pertamax Plus yang termasuk BBM non-subsidi.

Saat ini Pertamina Dex masih jarang dijumpai, harga jualnya pun merupakan yang termahal dari semua jenis BBM yang diperjualbelikan di SPBU Pertamina yakni mencapai Rp 13.800 per liter. Sementara solar non-subsidi dijual seharga Rp 13.300 per liter dan solar subsidi memang jauh lebih murah yakni Rp 5.500 per liter.

“Pembatasan solar subsidi ini merupakan tahap awal untuk menjalankan program pemerintah. Bila solar subsidi habis masyarakat dapat beralih ke Pertamina Dex dan kami berharap dapat membuka outlet sebanyak-banyaknya di Bengkulu, mengingat kebutuhan BBM untuk mesin diesel masih tinggi,” ujar Sigit.

Sigit mengatakan dari 37 SPBU di Bengkulu baru empat SPBU yang memiliki outlate Pertamina Dex, tiga diantaranya di Kota Bengkulu yakni SBPU Rawa Makmur, SPBU Kandang dan Pagar Dewa. Sementara satu lainnya adalah SPBU Maje di Kabupaten Kaur. Tiap bulannya pendistribusian Pertamina Dex ke empat SPBU itu berkisar antara 16-24 Kilo Liter. (beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed