oleh

Teater Batu dan Benalu Pukau Penonton

Penampilan lakon teater Batu dan Benalu, Jumat (28/02/2014) malam di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu.
Penampilan lakon teater Batu dan Benalu, Jumat (28/02/2014) malam di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Penampilan lakon teater berjudul ‘Batu dan Benalu’ yang diangkat dari cerita Rakyat Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko, di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Kota Bengkulu, Jumat (28/2/2014) sekitar pukul 20.31 WIB pukau puluhan penonton. Teater yang disutradarai, Swend Dewa dengan penulis naskah Yusni Hidayat tersebut diperani oleh anggota Sanggar Donga Cinga Kito Bengkulu.

”Lakon teater ini diangkat dari kisah rakyat Kecamatan Ipuh yang di moderenkan, teater ini menggambarkan ketangguhan sosok perempuan dalam menjalani kehidupan,” kata Yusni Hidayat, Jumat (28/2/2014) malam.

Yusni mengatakan, lakon teater Batu dan Benalu, mengisahkan sosok perempuan dalam menghadapi segala persoalan yang dialami dalam kehidupan. Batu sosok perempuan yang menggambarkan, watak keras jiwa perempuan dalam berpegang pada segala persoalan yang telah dialaminya, hingga kerasnya segala persoalan tersebut menjadi batu yang sangat berharga bagi yang memilikinya.

Sementara Benalu, lanjut Yusni, julukan perempuan untuk lelaki yang tak mampu memaknai dan mencintai perempuan dalam arti sesungguhnya.  Kadang kala kecewa itu datang tanpa diketahui akan kehadirannya. Semestinya, perempuan harus yakin memiliki kemampuan untuk melewatinya semua kekecewaan itu, karena senyuman sosok perempuan akan menghalau segala kekecewaan.

Bahkan, terang Yusni, sosok perempuan Benalu ini lebih bermain pada perasaan dengan banyak mengeluarkan tetesan air mata atas segala kebodohan hal yang telah dialaminya. Sementara, sosok perempuan mestinya dapat tegar dengan tidak mengeluarkan tetesan air mata. Sebab, air mata perempuan merupakan mutiara yang sangat berharga dan terindah.

”Sosok perempuan batu bersifat tegar, kalau yang benalu bersifat iba dengan banyak bermain pada perasaan,” jelas Yusni.

Dalam pertunjukan, teater ‘Batu dan Benalu’ yang berlangsung selama sekitar 45 menit tersebut dihadiri puluhan penonton, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa serta umum.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed