oleh

Terbaring Lemah, Batita Kaur Terkena Gizi Buruk

Batita asal Kabupaten Kaur menderita gizi buruk
Batita asal Kabupaten Kaur menderita gizi buruk

Kaur, kupasbengkulu.com – Setelah penderita tumor yang baru diketahui Dinas Kesehatan Kaur beberapa waktu lalu dan sekarang sudah ditangani di RSMC Jakarta. Saat ini diketahui seorang Bayi Tiga Tahun (Batita) yang berasal dari keluarga miskin dan tinggal di Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Fauzan (2,3 tahun) pasangan dari Imlan (51) dan Farimah (33) menderita gizi buruk yang sudah satu tahun lamanya.

Sebelumnya Imlan mengisahkan Fauzan yang lahir pada 15 Desember 2012 dan merupakan anak keenam ini lahir dengan sehat hingga pada akhir bulan 2013 lalu Fauzan mengalami pertumbuhan yang kurang normal dan badannya tidak bisa gemuk dan bahkan mengurus, pada saat itu Fauzan sudah bisa merangkak dan duduk, namun belum sempat berjalan batita ini sudah sakit-sakitan hingga pertumbuhannya lambat dan badannya kurus.

Imlan menuturkan jika Fauzan sudah ketiga kalinya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaur, dan sebelumnnya kesehatannya memang sudah mulai membaik dan dibawa pulang, namun berselang beberapa bulan penyakitnya kambuh lagi dengan kondisi tubuh Fauzan lemah dan hanya terbaring dipangkuan ibunya atau tempat tidur saja.

“Mulai sakit-sakitan itu pada akhir 2013 lalu dan tidak suka makan, badannya mengurus sehingga fisiknya lemah. Sejak itu kami melakukan proses pengobatan dengan dukun. Dan pada akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Kaur ini tapi hanya sehat beberapa bulan saja setelah itu kambuh lagi dan badannya lemas hingga sekarang tidak bisa ngapa-ngapain dan hanya tergolek lemah,” papar Imlan, Selasa (24/03/2015).

Fauzan dirawat di RSUD Kaur pada Senin (23/03/2015) atas rujukan rujukan Puskesmas Naga Rantai Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS yang ditanggung jawabkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur.

“Pasien baru dirawat dua hari yakni Senin 23/03/2015 pukul 10,01 wib dan kemarin pihak Dinas Kesehatan kesini untuk memberitahu pihak rumah sakit jika pasien merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan, dan kita dititipkan untuk memberikan perawatan,” pungkas Direktur Rumah Sakit Kaur Dendi Kepala Ruangan ICCU, Joni Haryadi.

Dikisahkan Farimah ibu Fauzan bahwa saat mengandung ia tidak pernah satu kalipun memeriksakan kandungannya kebidan atau pergi ke Posyandu, karena saat itu ia bersama suaminya berkebun di Desa Ulak Lebar Dusun Batu Gurah Kecamatan Muara Sahung
Selama ini dikebun, Muara Sahung Desa Ulak Lebar Dusun Batu Gurah. Dan selama mengandung hingga melahirkan ia tidak pernah pergi ke Bidan untuk melihat dan memeriksa kondisi kandungan hingga melahirkan Farimah ditangani oleh dukun.

“Selama mengandung Fauzan saya memang tidak pernah memeriksakan kandungan ke Bidan atau pergi ke Posyandu, hingga melahirkan saya dibantu oleh dukun,” tutup Farimah. (mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 × 5 =

News Feed