oleh

Tergiur Gaji Besar, Tiga Dokter Spesialis Kabur

RSUD
Direktur RSUD Curup, Almaini

kupasbengkulu.com – Setelah disekolahkan keluar daerah dengan bantuan biaya APBD, ketiga dokter spesialis yang digadang-gadang akan menambah pelayanan RSUD Curup justru kabur. Diduga, ketiga dokter tersebut tergoda karena gaji diluar lebih besar.

Ketiga dokter tersebut, yakni Nobel spesialis bedah tulang, Silvia spesialis penyakit dalam dan Ratulewi spesialis anestesi. Nobel diketahui melanjutkan studinya ke Universitas Andalas (Unand) Padang Panjang, Silvia ke Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Ratulewi ke Universitas Padjajaran (Unpad).

Hal ini dikemukakan oleh Direktur RSUD Curup, Almaini kepada kupasbengkulu.com. Hal ini menyebabkan pelayanan RSUD Curup menjadi lebih sulit, karena beberapa penyakit yang seharusnya bisa ditanggulangi justru harus dirujuk ke RS luar kota.

”Ini sangat kita sesalkan, karena kita sudah melanjutkan studi mereka, justru mereka pergi,” kata Almaini, Selasa (27/8/2014).

Sebagai bentuk sanksi, tegas dia, gaji mereka dari Pemkab Rejang Lebong dihentikan. Informasi terakhir, dokter-dokter ini tercatat bekerja di Rumah Sakit (RS) di Solo dan Tangerang. Perkiraan sementara, penghasilan dari RS tempat mereka bekerja jauh berlipat-lipat dibandingkan RS Curup menjadi motifnya.

”Untuk saat ini RS Curup hanya memiliki dokter spesialis Mata, THT dan penyakit dalam,” pungkas Almaini. (vai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four + twenty =

News Feed