Tips Jurnalis Foto dari Fotografer Antara

Hermanus Prihatna, kepala divisi foto antara news
Hermanus Prihatna, kepala divisi foto antara news
Hermanus Prihatna, kepala divisi foto antara news

kupasbengkulu.com – Buat para pecinta fotographi pasti tidak asing lagi dengan nama foto jurnalistik. Apalagi para pewarta foto, sudah jadi bahan konsumsi sehari-hari. Ini ada beberapa tips dari fotographi senior.

Menurut Hermanus Prihatna, kepala divisi foto antara news, Dapatkah seseorang memperkirakan keberadaan fotojurnalistik pada masa mendatang?Pertanyaan ini mulai muncul sejak beberapa tahun yang lalu.

Ketika televisi muncul pada tahun 1950-an, Robert Capa, seorang fotografer perang yang cukup ternama serta salah seorang pendiri Kantor Berita Foto Magnum, menyatakan bahwa sejak itulah kiprah fotojurnalistik akan tamat. Ternyata pendapat ini salah, ujar Ken Kobre dalam bukunya ‘Photojournalism: The Profesional Aproach”, Focal Press, Butterworth-Heinemann.

Sementara pendapat lain memperkirakan bahwa fotojurnalistik akan selesai dengan berakhirnya penerbitan majalah mingguan “Life’ ataupun jika ada koran sore yang besar mulai gulung-tikar. Semua perkiraan ini ternyata meleset sama sekali.

Adanya website-website dengan menu utama pemberitaan nasional ataupun internasional, maka fotojurnalsitik (berita foto) masih dibutuhkan. Enampuluh tahun setelah Capa memprediksi bahwa fotojurnalistik akan berakhir, akan tetapi hingga saat ini fotojurnalistik masih eksis dan tetap menjadi keperluan utama dalam pemberitaan.

Pada kenyataannya website yang berisi tentang pemberitaan kebanyakan selalu menyertakan foto-fotonya dalam berita-berita utama apa saja. The Washington Post, News Week, New York Times, NBC, CNN serta di Indonesia seperti Detik.Com, Oke Zone, dan kompas.com, yang berbasis web, selalu meyampaikan berita-berita yang paling hangat tetap disertai gambar terkini.

Hermanus mengatakan, Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh seorang wartawan foto untuk mendapatkan berita, antara lain

1. Monitor Radio
Kebanyakan wartawan surat kabar sering memanfaatkan alat monitor radio, antara lain memantau jalur frekuensi kepolisian, pemadam kebakaran, ataupun radio yang berada di dalam mobil kita yang terkadang menyiarkan berita-berita yang terjadi hari ini.

2. Informan (Pemberi Informasi)
Ada beberapa surat kabar ataupun media elektronik yang memanfaatkan jasa seorang penduduk tertentu yang berdomisili di daerah yang potensial akan adanya peristiwa/kejadian untuk melaporkan kejadian yang misalnya terjadi di daerahnya lewat telepon. Tentunya dengan memberikan imbalan biaya secukupnya atas informasi yang telah diberikan kepada surat kabar ataupun media elektronik.

3. Hubungan Baik
Melakukan pendekatan atau membuka hubungan baik dengan lembaga ataupun yayasan seperti LSM, Kelompok Pecinta Lingkungan.

Sebagai contoh, jika kelompok ini akan melakukan aksi unjuk rasa tentunya mereka ingin kegiatannya bisa di ekspose dan pasti mereka akan menghubungi media massa seraya memberitahukan di mana dan kapan mereka akan melakukan aksi ini.

4. Memantau Kegiatan Instansi Tertentu
Kebanyakan surat kabar menugaskan wartawannya untuk memantau kegiatan-kegiatan instansi tertentu seperti Rumah Sakit, Kantor pemerintahan, dan juga kantor polisi.

5. Press Release
Pihak humas dan fotografer kadang-kadang saling membutuhkan, mereka perlu kegiatannya bisa diliput dan fotografer perlu gambar yang mungkin bisa dipakai di medianya.

6. Internet.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, saat ini orang sudah dapat berhubungan satu dengan lainnya dibelahan dunia lain melalui jaringan internet (World Wide Web atau sering disingkat WWW) dengan cara yang mudah, murah, dan cepat. Berbagai informasi baik lokal ataupun internasioanl bisa dengan cepat sampai kepada pemirsanya. Bahkan pola kerja mereka bisa melebihi fungsi yang selama ini dimiliki oleh kantor berita, yakni “deadline in every minute”.(vee)

Artikulli paraprakBujang Betawar Tewas Tertimpa Kayu Leban
Artikulli tjetërTiga Mobnas Pimpinan DPRD Dilelang