oleh

Titiek : Dari Masa ke Masa Isu Perempuan Masih Tersisihkan

Diskusi, Kontribusi, Parlemen Perempuan dalam pembangunan yang di gelar AJI Persiapan Bengkulu, di ruang rapat WCC, Sabtu (5/7/2014).
Diskusi, Kontribusi, Parlemen Perempuan dalam pembangunan yang di gelar AJI Persiapan Bengkulu, di ruang rapat WCC, Sabtu (5/7/2014).

kupasbengkulu.com – Akademisi Universitas Bengkulu (Unib), Dr. Titiek Kartika mengatakan, berdasarkan hasil riset terhadap isu-isu perempuan, ternyata isu perempuan kerap terlupakan. Bahkan, kata dia, isu perempuan kalah dengan isu Nasionalis, dan demokrasi.

“Isu perempuan pada dekade 45 itu kalah dengan isu nasionalisme, lalu zaman reformasi 98. Begitu juga dengan Pilpres 2014 ini isu perempuan, terpinggirkan,” kata Titiek, saat Diskusi, Kontribusi, Parlemen Perempuan dalam pembangunan yang di gelar AJI Persiapan Bengkulu, di ruang rapat WCC, Sabtu (5/7/2014).

Isu perempuan, lanjut Titiek, selalu kalah dengan isu-isu lainnya. Padahal, tambah dia, mengenai isu kepemimpinan perempuan sudah sering dibicarakan ditingkat aktivis maupun ditingkat akademisi. Selain itu, jelas Titiek,
tingkat pendidikan kaum perempuan melalui politik regional perlu dibekali pendidikan. Sebab, tahun 2015 mendatang Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Di MEA nanti orang Thailand bisa saja mengajar di Bengkulu, artinya keterbukaan informasi dan keterbukaan terhadap SDM, dan itu adalah pendidikan, dan bila kita tidak siap, maka kita akan kalah dalam persaingan,” ujar Titiek.

Secara terpisah, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslina, mengaku, telah menyuarakan aspirasi kaum perempuan, khususnya diparlemen.

“Di Parlemen selama ini juga sudah diperjuangkan menganai isu-isu perempuan,” ujarnya.

Disisi lain, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Irna Riza mengatakan, jika KPI memiliki kreteria dan nilai perjuangan untuk kaum perempuan.

“Kita sudah melakukan berbagai diskusi untuk menyuarakan pendidikan kaum perempuan,” jelas Irna.

Ia menjelaskan, isu perempuan telah disampaikan dalam berbagai diskusi sebelum pemilu. Bahkan, tambah Irna, KPI Bengkulu memiliki kiadah-kaidah perjuangan untuk kesetaraan perempuan.

“Berbagai diskusi untuk menitipkan isu perempuan kepada senator perempuan yang terpilih duduk di DPRD, baik itu untuk tingkat satu dan tingkat dua,” terang Irna.

Sementara itu, Koordinator acara, Phesi Ester J menyebutkan, peran media untuk menyuarakan suara kaum perempuan yang khususnya di parlemen sangat dibutuhkan.

“Ini adalah permulaan diskusi mengenai peran perempuan parlemen, yang digagas oleh Aji persiapan Bengkulu dan harapannya adalah untuk ikut berpartisipasi dalam hal perjuangan perempuan,”tutupnya.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed