Beranda ADV 2021 Topik Bantuan Gas jadi Perbincangan Hangat Reses Baidari Citra Dewi

Topik Bantuan Gas jadi Perbincangan Hangat Reses Baidari Citra Dewi

Reses Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Baidari Citra Dewi, Sabtu, 11 Desember 2021, Foto: Dok/Irfan Arief

Kupas News – Menyerap dan menjaring aspirasi masyarakat, Sabtu, (11/12) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu dari Partai Nasdem, Baidari Citra Dewi menggelar reses di Dapil II Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Persoalan tentang bantuan gas dan kelangkaan gas yang terjadi di Kota Bengkulu menjadi perbincangan hangat  pada reses ini. Dimana sebelumnya ia menjelaskan banyaknya aduan dan masukan dari masyarakat tentang kelangkaan gas yang diakibatkan dari program gas gratis dari pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.

Menanggapi itu, Baidari yang juga sebagai Ketua Komisi III menjelaskan penyaluran bantuan gas dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemkot yakni sebanyak 31.384 tabung. Sementara kuota gas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bengkulu sebanyak 300 ribu tabung.

“Jadi kelangkaan gas yang terjadi Kota Bengkulu penyebabnya bukan karena imbas dari program bantuan gas isi ulang. Sementara jumlah kuota gas untuk masyarakat Kota Bengkulu berjumlah 300 ribu tabung. Artinya masih banyak sekali kuota gas untuk masyarakat umumnya,” kata Ida di dampingi Kadinsos Kota Bengkulu Rosminiarty dan Kapolsek Kampung Melayu Iptu Surya R Purnama.

Baidara Citra Dewi saat wawancara dengan awak media, Sabtu, 11 Desember 2021, Foto: Dok/Irfan Arief
Baidara Citra Dewi saat wawancara dengan awak media, Sabtu, 11 Desember 2021, Foto: Dok/Irfan Arief

Pada reses ini Baidari Citra Dewi juga mengingatkan kepada warga kategori mampu namun masih saja nakal membeli gas bersubsidi untuk orang miskin. Ini dinilainya yang menjadi pemantik mencuatnya persoalan bantuan gas tidak tepat sasaran dari pemkot.

“Kepada warga yang mampu tolonglah untuk beli gas yang tidak bersubsidi seperti gas 5,5 kg atau keatasnya. Karena sudah jelas bantuan gas ini diperuntukan warga miskin yang kurang mampu, bahkan terpampang jelas di tabung tersebut bahwa ada tulisan gas bersubsidi untuk orang miskin,” pintanya dihadapan awak media.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Rosminiarty menambahkan bahwa dinsos akan membuat tim pendataan penerima gas gratis isi ulang. Pendataan ini dilakukan dari bawah oleh pihak RT setempat untuk menyeleksi kriteria yang telah ditetapkan sesuai yang menjadi program walikota Helmi Hasan.

Ia juga menyebutkan kekecewaannya kepada pihak RT yang dianggap masih kurang mensosialisasikan bantuan gas gratis ini kepada masyarakat. Karena menurutnya sosialisasi dari pihak RT ini yang paling efektif dalam menyasar bantuan gas gratis.

Kadinsos Kota Bengkulu, Rosminiarty saat wawancara dengan awak media, Sabtu, 11 Desember 2021, Foto: Dok
Kadinsos Kota Bengkulu, Rosminiarty saat wawancara dengan awak media, Sabtu, 11 Desember 2021, Foto: Dok

“Pendataan gas gratis ini memang lebih efektif dilakukan dari bawah, makanya saya sangat menyesalkan minimnya sosialisasi dari RT setempat kepada warganya. Sementara pihak dinsos telah melakukan berbagai upaya agar sosialisasi ini benar-benar sampai ke warga,”sebutnya.

Untuk itu Rosminiarty berharap agar kesimpang siuran soal bantuan gas ini tidak terjadi kembali. Ia juga menginginkan program dari pemkot bisa dirasakan langsung manfaatnya untuk masyarakat yang tidak mampu atau  sesuai kriteria yang ditetapkan pemkot.

Di akhir  reses kali ini ada satu warga yang mengusulkan diadakannya mukena shalat untuk masjid didaerahnya. Sontak permintaan ini membuat Baidari atau akrab disapa Ida tersenyum. Kabar baiknya, Ida merealisasikan pada saat itu juga dan kemudian warga yang mengusulkan tadi pulang membawa 10 buah Mukena. (Adv)

Editor: Irfan Arief