oleh

“Truk Terjebak” di Jalan Utama Jadi Fenomena Baru di Lebong

Truk terjebak di Lebong
lebong, kupasbengkulu.com – Tampaknya permasalahan jalan di Kabupaten Lebong belum juga teratasi, sudah banyak kejadian mobil yang bertonase tinggi terjebak dalam jalan utama, bahkan ditengah kota sekalipun. Seperti yang terjadi di Jalan KH. Zainal Abidin Dusun Muara Aman Kecamatan Amen sekitar pukul 10.15 WIB ini, truk dengan nomor polisi BD 8183 EU yang bermuatan bahan bangunan dengan tonase lebih dari 9 ton ini terjebak di tengah jalan.

Ban kiri truk yang dikemudikan Lupi (35) masuk ke dalam lubang sekitar 25 cm yang membuat truk ini tidak dapat begerak. Lupi yang membawa material bangunan dari Kota Bengkulu menuju Muara Aman mengaku sering melewati jalan ini baru sekali ini terjebak dalam lubang di jalan tersebut.

“Saya sudah sering lewat sini, tapi baru kali ini terjebak. Saya dari Bengkulu mau mengantar barang bangunan ke salah satu toko di Muara Aman,” ujar Lupi.

Namun, sekitar 30 menit berlalu warga yang melihat sang supir hanya berdiam diri dan memoto mobilnya yang sedang terjebak akhirnya kesal. Salah satu warga bahkan berinisiatif untuk menawarkan bantuan agar truk tersebut keluar dari lubang dan tidak mengganggu lalu lintas yang mulai padat.

“Kalau bapak hanya berdiam diri saya rasa truk ini tidak akan keluar. Jadi bapak jangan segan-segan untuk minta pertolongan, kami disini manusia pak, jadi menolong sudah menjadi kewajiban kami,” ujar warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya.

Akhirnya, beberapa warga juga ikut membantu mendorong truk yang terjebak tersebut. Benar saja, tidak sampai 5 menit akhirnya truk tersebut berhasil keluar dari lubang.

Kejadian ini sangat disayangkan oleh warga sekitar. Padahal sudah banyak korban kecelakaan lalu lintas akibat rusaknya jalan ini. Seperti yang disampaikan Jack (43) warga sekitar yang menyaksikan banyaknya lakalantas lantaran lubang di jalan tersebut sudah semakin parah.

“Kalau kecelakaan sudah banyak disini, apalagi kendaraan roda dua. Bahkan ada yang sampai patah tulang. Hendaknya pemerintah dapat lebih peka dan memperhatikan jalan ini, jangan sampai timbul korban jiwa baru bergerak. Jalan yang rusak itu memang pernah diperbaiki, tapi tidak bertahan lama,” tutup Jack.(spi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

three + nineteen =

News Feed