oleh

Waspada Aksi Begal Pura-pura Jadi Polisi di Lintas Manna-Pagar Alam

Ilustrasi begal

bengkulu selatan, kupasbengkulu.com– Pengendara sepeda motor atau kendaraan roda empat yang melintas di jalan lintas Manna-Pagar Alam diminta untuk waspada. Pasalnya, baru-baru ini ada aksi begal atau pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan modus berpura-pura menjadi anggota polisi yang sedang razia. Aksi kejahatan ini didukung dengan jalanan yang masih sepi dan dikelilingi hutan.

Seperti diceritakan Sarno (43) warga Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna kepada kupasbengkulu.com Jumat, (10/4/2015). Bahwa di desanya baru-baru ini telah terjadi aksi perampokan kendaraan sepeda motor milik warga Pagar Alam saat membawa sayur tujuan Kota Manna.

“Kejadian perampokan itu terjadi pada pukul 03.10 WIB, di atas tebing Air Tenam sekitar dua minggu yang lalu. Saat itu pedagang sayur yakni warga Pagar Alam membawa sayur dari Kota Pagar Alam menuju Kota Manna. Tiba – tiba di atas tebing Air Tenam pada jalan yang mendatar, biasanya juga menjadi tempat beristirahat sopir kendaraan yang bermuatan berat setelah menanjak tebing itu. Kemudian datanglah 3 orang rampok yang menggunakan seragam lengkap polisi menghentikan laju kendaraan korban,” tutur Sarno.

Lanjut Sarno, awalnya polisi gadungan itu hanya menanyakan surat-surat kendaraan bermotor. Lalu menuduh pengendara membawa narkotika jenis ganja.

“Kami dari kepolisian, tolong surat motornya dikeluarkan, lalu setelah surat motor sudah di tangan mereka, para perampok itu seolah –olah mencurigai kalau si pedagang sayur tadi membawa ganja yang disimpannya di dalam bagasi jok motor. Karena yakin mereka itu polisi, dan merasa tidak ada narkotika yang disimpannya di bawah jok motornya tersebut, lalu kontak motornya pun diberikan,” kata Sarno menceritakan kejadian itu.

Setelah STNK dan kontak motor sudah di tangan para perampok, lalu para perampok ini membawa kabur sepeda motor tersebut. Sementara angkutan barang dan sayur pemilik kendaraan sepeda motor tersebut dibuang begitu saja di tempat kejadian,” beber Sarno.

“Warga Pagaralam itu teriak minta tolong, warga yang mendengar teriakan tersebut sontak keluar rumah. Saat ditanya oleh warga, korban mengaku bahwa dirinya dirampok oleh orang yang berseragam polisi lengkap dengan pistolnya. Dan perampok tersebut membawa kabur sepeda motornya ke arah Pagar Alam,” ungkapnya.

Kejadian itu sekitar satu minggu sebelum pencuri menggasak 3 unit sepeda  motor milik Kepala Desa Air Tenam.

“Saat ini kami warga Desa Air Tenam tidak berani keluar rumah pada malam hari. Kalaupun mau keluar rumah tidak sendirian dan harus membawa pisau. Lebih baik saya bunuh orang itu daripada saya mati dibunuh rampok,” ujarnya.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × three =

News Feed