oleh

Wulan Akhirnya Menyusul Kepergian Ayah dan Adiknya Ilham

Mobil kecelakaan
Mobil kecelakaan

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Wulan (15) korban kecelakaan maut yang terjadi di ruas jalan Lintas Manna – Kaur,  Desa Gunung Kembang pada Jumat Petang (27/3/2015) akhirnya juga meninggal dunia dan menyusul ayah kandungnya Masno (37) dan adiknya Ilham (6) yang sudah meninggal pada kecelakaan kemarin.

(Tempo Sehari Dua Lakalantas di Bengkulu Selatan, 2 Tewas, 1 Kritis, dan Empat Luka)

Wulan meghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 04.05 Wib subuh tadi Sabtu (28/3/2015) di Rumah Sakit Umum  Daerah Hasanuddin Damrah (RSUDHD) Manna. Sementara ayahnya Masno sudah duluan meninggal di Tempat  Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan Desa Gunung Kembang sekitar pukul 17.31 WIb, sedangkan adiknya Ilham meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSHD sekitar pukul 7.01 Wib Jum’at (26/3/2015).

Saat ini ke-tiga korban sudah di semayamkan secara serentak di pemakaman umum desa Gunung Kembang sekitar pukul 11,15 Wib pagi.

“Wulan juga sudah meninggal dunia sekitar pukul 4.05 subuh tadi di RSHD,ke-tiga korban kecelakaan maut tersebut sudah dimakaman tadi pagi di pemakaman umum desa Gunung Kembang. Ayah Wulan yakni Masno dimakamkan satu liang bersama dengan Ilham. Sementara Wuluan dimakamkan secara terpisah, namun liang kuburnya tidak jauh dari adik dan ayahnya,” kata warga setempat  Ano Rusudin.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Abdul Muis, S.IK melalui Kanit Lantas Ipda Agus Antoni mengiayakan kalau Wulan juga sudah meninggal dunia pada subuh tadi. Dikatakan Kanit lantas Ipda Agus Antoni, supir truk maut milik orang terkenal di Bengkulu Selatan itu yakni  Deni Yusuf alias Ucup (24) sudah diamankan pihaknya.

Menurut keterangan supir Truk BD 8095 B yang kini sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian Polres Bengkulu Selatan, yakni Deni Yusuf alias Ucup itu kata kanit, mobil truk engkel yang dikemudikannya itu menghindari tabrakan dengan sebuah mobil pick up Grand max yang melaju dari arah berlawanan.

Lalu sopir truk banting setir kekiri dan keluar jalan hingga ke-empat roda mobil menginjakl rumput, setelah itu setir kembali dibalas kekanan naik lagi ke aspal, terangnya.

Nah, saat banting setir kekanan itulah setir mobil terkunci dan hingga menabrak korban berboncengan tiga yang mengendaraai sepeda motor Supra Fit BD 3053 BQ  dari arah yang berlawanan hingga membuat ketiganya terpental kepaga rumah warga dan akhirnya ketiga korban itu semuanya meninggal dunia, ungkap kanit.

Lanjut Agus Antoni, setelah menabrak korban, kunci setir truk itu terbuka secara tiba –tiba. Ucup sang sopir truk tadi lagi -lagi banting setir kekiri, setir mobil pun kembali terkunci dan menabrak mobil lancer warna putih BD 1141 EZ yang sedang terparkir di garasi rumah milik Subrata(49), itu versi sopir truk, kata kanit lantas Polres Bengkulu Selatan Agus Antoni, kepada kupasbengkulu.com Sabtu, (28/3/2015).

Di sampaikan kanit, sopir truk engkel yakni Deni Yusuf alias Ucup itu, saat kejadian itu bukannya mau melarikan diri atau kabur. Namun karena takut damuk masa makanya dia berlari kerah belakang rumah warga dan langsung melapor ke pihak kepolisan di Polres Bengkulu Selatan, katanya.

“Saat ini, sopir truk pembawa maut itu sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan kini masih menjalani pemeriksaan di Pos 9 lantas Kota Medan. Sementara sopir Fuso Hino BE 9759 CE yang bertabrakan dengan mobil Carry Pikup BD 9342 BD di desa Lubuk Ladung Kecamatan Kedurang pada pukul 16.31 yang waktunya hampir bersamaan dengan kecelakaan yang di Gunung Kembang ini juga masih kita amankan dan dimintai keterangannya,” demikian Agus Antoni.

Untuk korban lakalantas antara Fuso Hino BE 9759 CE yang bertabrakan dengan mobil Carry Pikup BD 9342 BD di desa Lubuk Ladung Kecamatan Kedurang, 4 korbannya yakni Marsidi masih dirawat di RSUDHD Manna, sementara 3 rekannya yakni Rio (20) Miros (20) dan Sumar (23) sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menganinya. (tom)   

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 × four =

News Feed